Penginapan Bagi si Jahat

Ayat bacaan: Efesus 4:27
=================
“Leave no (such) room or foothold for the devil” (English AMP)

ruang bagi si jahat

Agar nyaman berlibur ke sebuah tempat biasanya kita akan memastikan dulu bisa mendapatkan penginapan yang paling nyaman sesuai dengan budget kita. Kita akan memesan jauh hari untuk menghindari kemungkinan hotel yang kita inginkan sudah terlanjur penuh. Hampir di semua kota kita bisa mendapatkan tempat menginap dengan kelas beragam, mulai dari penginapan murah (budget hotel), homestay, motel, sampai hotel bintang 1 hingga 5. Cara pemesanan sekarang sudah jauh lebih mudah. Selain bisa lewat travel agency, kita pun bisa memesan lewat gerai-gerai online yang memberi harga diskon lumayan besar. Dalam bepergian kita memang harus menyiapkan tempat menginap terlebih dahulu agar kita bisa berlibur atau berkunjung dengan tenang. Selama kita belum menemukannya, tentu seperti pengalaman saya di atas kita akan terus mencari sebuah tempat, kalau bisa senyaman mungkin dengan budget yang terjangkau oleh kita.

Ilustrasi di atas saya berikan sebagai contoh untuk menggambarkan hal yang digemari iblis. Apa yang dilakukan iblis kurang lebih sama. Iblis suka “travelling” dari hati seorang ke hati yang lain. Dia akan selalu berusaha mencari tempat yang paling nyaman dalam hati kita untuk kemudian “bertamu”, menginap bahkan menetap di dalamnya. Petrus mengatakan hal tersebut seperti ini: “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” (1 Petrus 5;8). Ini menggambarkan hobi iblis dalam melakukan travelling. Sebelum ia memperoleh tempat menginap itu, iblis akan terus berkeliling mencari celah agar bisa menempati sebuah ruang di dalam hati kita. Begitu ketemu celah, ia akan masuk dan berdiam disana, dan ketika kita membiarkan itu terjadi, maka tinggal masalah waktu saja bagi kita untuk terjebak dalam berbagai bentuk dosa dan kesesatan, dan disana kehancuran menanti kita. Dengan mentolerir bentuk-bentuk penyimpangan atau dosa, dengan membiarkan kebiasaan-kebiasaan buruk kita dan menganggapnya hal yang biasa, jangan-jangan kita sudah memberikan sebuah tempat tumpangan yang sangat nyaman dan mewah ala bintang 5 kepada si jahat.

Alkitab sudah mewanti-wanti agar kita jangan pernah memberikan ruang kepada iblis. Dalam Alkitab tertulis “dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.” (Efesus 4:27). Dalam versi KJV disebutkan dengan “Neither give place to the devil.“ Atau dalam versi English Amplified dikatakan “Leave no (such) room or foothold for the devil”. Jangan berikan ruang atau tempat berpijak kepada iblis. Iblis bisa dengan nyaman tinggal di dalam diri kita dan mengobrak-abrik iman kita hingga berimbas kepada perilaku-perilaku yang tidak terpuji dan sama sekali bertentangan dengan gambaran yang seharusnya kita miliki sebagai anak-anak Tuhan. Dan iblis sangat senang melakukan itu. Tapi perhatikanlah kembali ayat dalam 1 Petrus 5:8 di atas. Meski iblis selalu dan akan selalu mencari celah untuk menetap dalam diri kita, ia tidak akan bisa berbuat apa-apa jika kita tidak memberi tempat buat dia. Iblis hanya bisa berkeliling, mengaum-aum mencari siapa yang bisa ditelannya. Ia hanya bisa berkeliling di luar pagar, tidak akan bisa menembus kita sama sekali apabila kita tidak membiarkannya masuk. Ketika kita membiarkan sifat emosional kita, kepahitan, menuruti hawa nafsu, mendendam kepada orang lain, mudah membenci orang, selalu hidup khawatir dalam segala hal, cepat merasa takut dan hal-hal jelek lainnya, itu sama saja dengan memasang sebuah iklan yang akan sangat menarik buat iblis. Ketika kita membiarkan kelemahan-kelemahan kita terbuka tanpa kita pedulikan, itu akan menjadi sebuah celah yang sangat lebar bagi iblis untuk menancapkan kukunya dalam hidup kita.

Karena itulah sangat penting bagi kita untuk menjaga hati kita. “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23). Guard your heart seriously. Dari hatilah kehidupan itu sesungguhnya terpancar, dan apa yang ada di dalam hati kita akan tercermin dalam cara hidup kita. Jika Firman Tuhan yang mengisi ruang-ruang dalam hati kita, maka itu akan dengan jelas terlihat dari sikap dan perilaku kita. Sebaliknya jika iblis yang berdiam di dalamnya, maka itu pun akan nyata dari cara hidup kita. Yang jelas kita harus benar-benar menjaga dengan serius agar jangan sampai ada ruang kosong di dalam hati kita yang bisa menjadi tempat tinggal bagi iblis, apalagi secara langsung menyediakannya dengan memupuk segala bentuk kenegatifan kita atau menyimpan dosa. Kita harus terus mengisi hati kita dengan firman Tuhan. Lihat pesan Tuhan kepada Yosua: “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (Yosua 1:8). Jika ruang-ruang dalam hati kita diisi dengan firman Tuhan, itu akan memampukan kita untuk bertindak hati-hati. Disana iblis tidak akan bisa masuk, bahkan lebih dari itu dikatakan kita akan berhasil dan beruntung dalam perjalanan hidup kita.

Bagaimana jika iblis sudah terlanjur masuk? Lawanlah segera. Alkitab berkata “..lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!” (Yakobus 4:7). Cara melawannya sudah diberikan dalam Efesus 6:10-20. “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis… ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.” (Efesus 6:11,13). Mungkin yang jadi masalah bukan menyimpan dosa, tetapi hidup dipenuhi kecemasan pun bisa menjadi celah buat iblis untuk masuk. Untuk hal ini Tuhan sudah berpesan “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7). Atau mungkin pula sikap kita membiarkan kelemahan kita tak teratasi yang menjadi awal masalah, dan untuk itu pun firman Tuhan sudah berpesan: “Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.” (Ibrani 12:12-13).

Jangan beri ruang sama sekali bagi iblis untuk berdiam dalam diri kita. Apakah kita mau membiarkan atau mengusirnya, semua tergantung kita. Kita harus memastikan tidak ada dosa, kejahatan, kebencian, kepahitan dan sebagainya agar tidak ada satupun celah yang bisa dimanfaatkan iblis untuk berpijak. Isilah terus dengan firman Tuhan, agar iblis hanya bisa dengan kesal mengaum-aum berkeliling diluar tanpa bisa mendekat sedikitpun pada kita. Sesungguhnya kita adalah bait Allah, dan jika demikian tidak ada tempat bagi iblis sama sekali.

Jangan berikan ruang atau tempat berpijak bagi iblis

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. 2 korintus 3:12-4:2
  2. Renungan 2 Korintus 3:12-4:2
  3. tafsiran 2 korintus 3:12-4:2
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: