Pengikut Kristus Yang Sejati


DALAM firmanNya pada hari ini, Yesus memberi nasihat; hendaknya kita mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh saat memutuskan untuk menjadi pengikutNya; bukan hanya sekedar ikut-ikutan saja atau menuruti lonjakan emosi sesaat.


Sadari bahwa menjadi pengikutNya sangatlah tidak mudah. Kita diminta untuk melaksanakan seluruh sabdaNya secara total, siap menerima segala resikonya dan setia melangkahkan kaki di jalanNya, meski medan yang dilalui sangat sulit dan melelahkan. Banyaknya kendala, hambatan, penderitaan dan godaan yang datang silih berganti menghadang derap langkah kita, kerap menyurutkan semangat kita. Tanpa adanya niat dan usaha yang sungguh-sungguh, banyak orang yang pada akhirnya berhenti di tengah jalan dan meninggalkan Dia.


Selain hal tersebut di atas, kita juga diminta untuk menjadikan Yesus sebagai yang terutama di dalam hidup kita. Dengan demikian kita harus bersedia melepaskan diri dari segala keterikatan kita kepada ambisi pribadi, kenyamanan, harta, kekuasaan, yang menjadi penghalang bagi kita untuk mengasihi Dia dengan seluruh tenaga, akal budi dan segenap hati kita.


Tuntutan untuk menjadi pengikut Kristus yang sejati sangatlah berat; oleh sebab itu mari mendekatkan diri kepadaNya. Mohon kekuatan daripadaNya agar kita dimampukan untuk mempersembahkan seluruh hidup kita kepadaNya, tabah dalam memikul salib kehidupan dan setia mengabdi kepadaNya sampai akhir.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply