Pengantar Surat

Ayat bacaan: Daniel 10:13
====================
“Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia.”

pengantar surat

Sebuah film mengenai Perang Dunia II menunjukkan betapa beratnya perjuangan seorang kurir pengantar surat dalam peperangan. Mereka ini biasanya ditugaskan untuk mengirim surat atau pesan dari dan kepada pasukan yang sedang berada di garis depan. Tugas itu sepertinya terdengar sepele bukan? Cuma mengantar surat. Tetapi apa yang harus mereka jalani sama sekali tidak mudah. Mereka harus mempertaruhkan nyawa mereka setiap saat dalam menunaikan tugas mereka. Tidak jarang mereka berpapasan dengan pasukan musuh, atau harus berjibaku di tengah desingan peluru. Sungguh itu merupakan tugas penuh bahaya.

Malaikat-malaikat pun sering diutus Tuhan sebagai pengantar pesan, membawa pesan dari Surga ke bumi, kepada kita orang-orang percaya. Seperti halnya kurir surat pada ilustrasi di atas, apa yang dialami para malaikat inipun seringkali tidak mudah. Mengapa? Karena iblis sedari dulu hingga sekarang tidak akan pernah berpangku tangan membiarkan pesan dari Tuhan itu sampai kepada kita.

Dalam kitab Daniel kita bisa melihat sebuah keterangan secara eksplisit mengenai hal ini. Pada saat itu Daniel mendapat sebuah penglihatan di tepi sungai Tigris. Sosok malaikat turun menghampiri dia. Daniel melihatnya dengan jelas dan memberikan deskripsi lengkap mengenai malaikat utusan Tuhan yang menjumpainya ini. “kuangkat mukaku, lalu kulihat, tampak seorang yang berpakaian kain lenan dan berikat pinggang emas dari ufas. Tubuhnya seperti permata Tarsis dan wajahnya seperti cahaya kilat; matanya seperti suluh yang menyala-nyala, lengan dan kakinya seperti kilau tembaga yang digilap, dan suara ucapannya seperti gaduh orang banyak.” (Daniel 10:5-6). Kepada Daniel, sang malaikat menceritakan bagaimana sulitnya ia menerobos halangan penguasa-penguasa udara kerajaan Persia. Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia.” (ay 13). Pemimpin kerajaan Persia ini dalam bahasa Inggris disebut dengan the prince of Persia, atau roh-roh pelindung kerajaan Persia. Roh-roh ini sempat sukses memperlambat malaikat itu untuk mencapai Daniel seperti yang ditugaskan Allah kepadanya selama dua puluh satu hari lamanya. Untunglah kemudian Mikhael, satu dari para pemimpin malaikat datang membantu. Ia kemudian menghadapi serangan anak buah iblis ini sehingga malaikat utusan Tuhan itu bisa meneruskan perjalanannya untuk menjumpai Daniel.

Apa yang dilakukan iblis ini adalah sesuatu yang klasik, sejak dulu sudah menjadi pekerjaannya, sampai hari ini pun tetap sama. Iblis akan selalu berusaha dengan segala daya upaya untuk menghalangi, memperlambat laju atau bahkan menggagalkan pesan-pesan Tuhan untuk sampai kepada manusia. Bisa jadi lewat gangguan-gangguan ketika kita membaca Alkitab, gangguan disaat kita sedang serius mendengar kotbah di gereja, berusaha memecahkan konsentrasi kita saat berdoa, membuat iman kita lemah dengan berbagai rasa takut, mencoba menggoyahkan keyakinan kita dan lain-lain. Ada seribu satu cara iblis untuk menghalangi pesan-pesan Tuhan ini untuk sampai kepada kita.

Firman Tuhan pun mengatakan bahwa “perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” (Efesus 6:12). Iblis bersama antek-anteknya, para penguasa, penghulu kegelapan alias roh-roh jahat akan siap menghalangi sampainya pesan-pesan dari Tuhan kepada kita. Iblis siap bersembunyi di balik dosa dan pelanggaran kita, mempengaruhi kita agar menjadi lemah dengan berbagai tipu muslihatnya. Untuk itulah kita diingatkan untuk terus mengenakan perlengkapan senjata Allah agar mampu mengatasi hal itu. (ay 11). Lalu ingat pula pesan Paulus  yang berbunyi: “dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.” (Efesus 4:27). Seringkali kita sendirilah yang membuka peluang serta kesempatan bagi iblis untuk masuk mempengaruhi kita. Itulah sebabnya kita harus benar-benar menjaga agar tidak ada peluang sedikitpun bagi iblis untuk menghambat laju pesan Tuhan dari KerajaanNya ini agar sampai kepada kita.

Iblis akan selalu berusaha menghalangi kita dengan segala cara untuk mendengar pesan Tuhan. Daniel pun mengalaminya. Tapi lihatlah bagaimana Tuhan  kemudian turut campur lebih jauh agar pesanNya bisa sampai dengan baik kepada Daniel. Tuhan sanggup untuk membuat pesanNya tiba dengan selamat kepada kita. Tetapi ingatlah bahwa kita harus terlebih dahulu mempersiapkan diri kita dengan baik, tetap mengenakan perlengkapan senjata Allah dan tidak memberi kesempatan kepada iblis sama sekali. Lalu hendaklah kita seperti Daniel pula, yang tetap memiliki kerinduan untuk mendapat pengertian dan terus merendahkan diri di hadapan Tuhan. (Daniel 10:12). Mari pastikan agar pesan Tuhan bisa sampai kepada kita, karena biar bagaimanapun tidak ada satupun kuasa kegelapan yang akan mampu mengatasi kuasa Tuhan.

Pastikan pesan Tuhan sampai kepada kita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: