Pengalaman Yunus

20 Juli - Rm T

“Tetapi jawab-Nya kepada mereka, ‘Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.’” (Mat 12, 39)

YUNUS merupakan seorang nabi yang kisahnya hidupnya mudah diingat oleh banyak orang. Kisah Nabi Yunus bisa memberikan banyak inspirasi. Salah satunya adalah Yunus berani menolak atau melawan Allah. Dia tidak mau diutus Tuhan ke Niniwe. Bahkan Yunus malahan melarikan diri ke Tarsis dengan menumpang kapal. Di tengah laut terjadilah badai dan Yunus dibuang ke laut, setelah dia mendapat undi. Yunus lah yang menyebabkan datangnya badai itu. Di laut, Yunus dimakan seekor ikan dan dimuntahkan ke kota Niniwe.

Pribadi Yunus ini bisa menjadi gambaran dari banyak orang, yang sering punya sikap melawan kehendak Allah atau lari menjauhi Allah dengan berbagai alasan. Banyak orang meninggalkan Allah karena suatu krisis hidup, tertarik pada kesenangan duniawi, atau lebih menuruti egoismenya. Pelarian diri yang bisa membahayakan kehidupan, baik hidup sendiri maupun hidup orang lain.

Dengan cara-Nya sendiri, Allah mengasihi mereka ini, seperti halnya mengasihi Yunus. Allah bisa mempergunakan cara-cara yang membuat manusia shock atau peristiwa yang nampaknya tragis untuk menyadarkan mereka bahwa Allah tetap mengasihi. Pepatah mengatakan, ‘Ducunt volentem fata, nolentem trahun’, artinya apabila engkau setuju, takdir membimbingmu; apabila tidak, takdir memaksa. Orang yang rela menerima kehendak Allah akan dibimbing dengan lembut; orang yang melawan akan ditarik dan didorong agar sampai ke tujuan.

Apakah pengalaman Yunus juga pernah menjadi pengalaman hidupku? Bagaimana selama ini saya telah bersikap terhadap kehendak Allah: menerima atau menolak dan lari menjauhi-Nya?

Teman-teman selamat malam dan selamat beristirahat. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply