Pengalaman Padang Gurun: Menggali Saat-saat Terberat Orang Beriman

SEBAGAIMANA janji Allah, bila manusia setia, hidup benar, baik, taat pada hukum Allah, maka manusia akan memperoleh kemurahan, berkat berlimpah, dan didengar doa-doanya.

Tetapi bagaimana bila kita temui, atau kita sendiri yang mengalami, sudah hidup benar, jujur, dekat dengan Tuhan, mengapa masih juga mengalami penderitaan, kesulitan, kemalangan dan kesusahan???

Jawabannya ada di Injil hari ini. Umumnya para imam (termasuk saya) langsung fokus ke kisah Yesus digoda oleh iblis.

Tetapi ada 1 kata yang sering luput, yaitu PADANG GURUN.

4:1. Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.

Kalau kita gali dalam Perjanjian Lama, tokoh-tokoh besar seperti Abraham, Ishak, Ismael, Esau, Yakub, Yusuf, Musa, Harun, Yesaya, Yeremia, Daud, bahkan bangsa Israel sendiri, pernah mengalami masa-masa yang SULIT di padang Gurun.

Ada yang kelaparan, dikejar-kejar mau dibunuh, diusir dari kelurga, anggota keluarganya meninggal, sakit dan sangat menderita, penderitaan dan kesulitan sepertinya tidak ada ujungnya.

Di padang gurun, sumber-sumber kehidupan mereka mengering. Makanan, air tidak tersedia , teman dan sahabat menjauh, saudara menjadi musuh. Allah pun seolah hilang entah kemana.

Di padang gurun ini mudah sekali orang meragukan dan tidak percaya lagi pada CINTA ALLAH.

Di padang gurun inilah, CINTA mereka DIUJI keasliannya.
Ketika mereka mengalami dicintai Allah dengan kasih yang tanpa syarat.

Mereka semua mengalami, dalam masa-masa sulit mereka, Allah tidak pernah meninggalkan mereka.
Malahan mereka semakin akrab dengan Allah, semakin menggandalkan Allah dari pada sebelumnya.

Mereka semua pada akhirnya mengalami KERAHIMAN ALLAH yang luar biasa yang membimbing mereka keluar dari pengalaman padang gurun mereka masing-masing.

Setiap dari kita sebagai orang beriman pernah punya atau sedang hidup dalam pengalaman PADANG GURUN:

Kering, serba sulit, dijahati orang, kesepian, sakit, penuh kesedihan, kebimbangan dan kekecewaan.
Pintu rejeki seakan semakin jauh dari jangkauan.

Semua pengalaman itu merusak CINTA, baik dengan Allah maupun dengan sesama (suami/istri/orangtua/anak/saudara/kerabat).

Bagaimana keluar dari itu semua?
Jawabannya ada di ayat yang sama: BIMBINGAN ROH KUDUS.

Allah yang senantiasa hadir dan mendampingi, menguatkan, mengangkat ketika kita jatuh, menghibur dengan cara-caraNya yang ajaib dan mencintai kita dengan KASIHNYA YANG TAK BERSYARAT.

Berpeganglah padaNya, meski hidup semakin menjadi sulit sekalipun, jangan pernah kau lepas sekalipun.

Bersama Allah, CINTA KITA dididik, dikuatkan dan dimurnikan, untuk melewati PENGALAMAN PADANG GURUN KITA.

Bila anda sudah melewati masa-masa itu, tersenyumlah dengan rasa syukur dan terima kasih.

Mungkin saya dan Anda
Bukan pastor yang sempurna,
Bukan istri/suami yang sempurna,
Bukan orang tua yang sempurna,
Bukan pribadi yang sempurna,

Tetapi saya mau mencintai apa yang ada pada saya dengan CINTA YANG TANPA SYARAT.

SELAMAT VALENTINE.
God’s love for me and you is UNCONDITIONAL LOVE.

Sumber: Sesawi.net

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.