Pendarahan Otak di Belanda, Romo J. Vossen Waskita SJ Kangen Boso Jowo

KABAR dari Negeri Kincir Angin melalui seorang rekan eks Jesuit yang baru saja melawat ke Nederland menyebutkan, kini Romo J. Vossen Waskita SJ tengah berbaring sakit di Kolese Berchmanianum –semacam rumah panti jompo untuk para Jesuit sepuh—di Houtlaan, Nijmegen, Belanda. Informasi dari seorang staf KBRI di Den Haag juga menyebutkan, […]

KABAR dari Negeri Kincir Angin melalui seorang rekan eks Jesuit yang baru saja melawat ke Nederland menyebutkan, kini Romo J. Vossen Waskita SJ tengah berbaring sakit di Kolese Berchmanianum –semacam rumah panti jompo untuk para Jesuit sepuh—di Houtlaan, Nijmegen, Belanda. Informasi dari seorang staf KBRI di Den Haag juga menyebutkan, Romo Vossen SJ tengah istirahat dari sakitnya yakni mengalami pendarahan di bagian otak setelah kecelakaan jatuh.

Menurut penuturan rekan eks Jesuit yang baru saja menyempatkan diri mengunjungi beliau di Nijmegen ini, Romo Vossen sungguh kesepian dan ingin sekali bisa omong Jowo dengan siapa pun yang bisa mengunjunginya di Houtlaan, Nijmegen.

Penuturan beberapa teman Sesawier yang mengenal beliau menyebutkan, Romo Vossen SJ ini sangat piawai berbahasa Jawa. Bahkan –kata Prasetya—beliau sangat halus ketika harus omong Jowo dengan umat di Paroki Kalasan dimana beliau pernah tinggal dan berkarya di Gereja Marganingsih Kalasan  tahun 1970-an. “Berkat Romo Vossen SJ lah, saya yang masih duduk di SD Kanisius Kalasan lalu tertarik masuk seminari,” tutur PC Prasetya, eks Jesuit asal Kalasan, Yogyakarta.

Selain berkarya di Paroki Kalasan tahun 1970-an, Sesawier lain berkomentar kalau Romo Vossen juga pernah berkarya sebagai pastur Paroki Gedangan Semarang tahun 1973. “Beliau menjadi pendamping rohani bagi saya,” tutur Wiyana.

Lama menjadi pastur misionaris di Tanah Jawa, pastur ganteng dan sangat ramah ini akhirnya memutuskan menjadi WNI dan berganti nama menjadi Waskita SJ. Proses ini seingat penulis terjadi tahun 1980-an, saat beliau menjadi pastur Paroki Maria Fatima di Magelang.

Sesekali, beliau datang ke Seminari Mertoyudan mengajar Bahasa Latin dan menjadi pembimbing rohani untuk para seminaris. Waktu itu beliau sudah berjalan sedikit terbungkuk, karena baru saja mengalami kecelakaan hingga sesekali waktu harus berjalan dengan memakai tongkat.

Namun, sakit sepertinya takkan pernah mengubah gaya penampilan Romo Vossen Waskita SJ: selalu ramah dan gampang mengumbar senyum.

Dan itulah yang membuat Romo J. Vossen Waskita SJ selalu mendapat tempat di hati umat katolik yang mengenal beliau. Juga ketika beliau menjadi pastur paroki di Gereja Kidul Loji, Yogyakarta dimana beliau hidup bersama kolega Jesuit lainnya yakni Alm. Romo Hendriks SJ, Romo Jacques Lampe SJ –mantan Direktur Utama Penerbit Kanisius Yogyakarta—yang kini juga menikmati masa pensiun di Kolese Berchmanianum, Nijmegen, Negeri Belanda.

Di luar Jawa Tengah, Romo Vossen Waskita SJ juga pernah berkarya sebagai spiritual untuk rumah pendidikan romo-romo praja Keuskupan Malang, sebelum akhirnya digantikan Romo Gebraldus Koelman SJ.

Umat katolik yang kebetulan tengah berada dolan ke Belanda dan ingin mengunjungi Romo J. Vossen Waskita SJ, silakan datang ke Kolese Berchmanianum, Houtlaan 4, Nijmegen dengan nomor telepon +31.24.3838485 agar keinginan Romo Vossen Waskita bisa omong Boso Jowo kesampaian untuk mengobati kerinduannya ‘bertemu’ dengan Tanah Jawa dan umat katolik Indonesia yang pernah beliau layani.

Sekian tahun lamanya, Romo J. Vossen Waskita SJ menangani karya kerasulan doa Serikat Jesus dan mengurus penerbitan majalah Utusan yang kini dikelola oleh Romo GP Sindhunata SJ.

Romo J. Vossen Waskita SJ bisa dihubungi dengan email: jmgwaskito@yahoo.com

Mari kita doakan agar beliau dianugerahi panjang umur dan semoga cepat sembuh.

Photo credit:  Romo J. Vossen Waskita SJ di Kolese Berchmanianum, Nijmegen, Belanda (Y. Umarhadi)

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply