Pembunuhan Karakter (1)

Ayat bacaan: Matius 5:22 (BIS)========================”Tetapi sekarang Aku berkata kepadamu, barangsiapa marah kepada orang lain, akan diadili; dan barangsiapa memaki orang lain, akan diadili di hadapan Mahkamah Agama. Dan barangsiapa mengatakan kepada…

Ayat bacaan: Matius 5:22 (BIS)
========================
“Tetapi sekarang Aku berkata kepadamu, barangsiapa marah kepada orang lain, akan diadili; dan barangsiapa memaki orang lain, akan diadili di hadapan Mahkamah Agama. Dan barangsiapa mengatakan kepada orang lain, ‘Tolol,’ patut dibuang ke dalam api neraka.”

pembunuhan karakter

Bagaimana keluarga atau lingkungan di saat kita tumbuh sangatlah menentukan seperti apa jadinya kita kelak. Itu saya sadari sejak dahulu, tetapi hal itu menjadi jauh lebih terbukti setelah belakangan saya menemukan banyak orang yang mengalami kesulitan dalam hidupnya bukan karena mereka tidak pintar atau kurang mampu, tetapi justru karena image diri mereka sudah terlanjur rusak parah akibat banyak hal buruk yang mereka alami pada masa kecil atau masa pertumbuhan. Semakin lama hal ini mereka alami, maka semakin rusak pula image dirinya. Ada beberapa orang yang saya tahu berpotensi sangat besar, mereka bahkan bisa digolongkan jenius, tetapi sayangnya kerusakan image diri ternyata begitu parah sehingga mereka sulit untuk maju. Mereka tidak percaya diri, takut menghadapi orang atau situasi, belum apa-apa sudah menarik diri, dan karenanya mereka tidak kunjung bisa bersinar. Mental mereka lemah, mereka goyah dan bisa hancur tersenggol sedikit saja, dan setelah saya telusuri, rata-rata penyebabnya bermula dari ejekan atau hinaan yang mereka terima berulang-ulang di masa kecil. Ironisnya, kebanyakan pelakunya justru orang tua dan saudara sendiri. Orang tua terkadang bukan bermaksud merugikan anaknya, tetapi sering secara tidak sadar membanding-bandingkan anak yang satu dengan anak yang lain. “Dia tidak seperti kakaknya yang pintar..dia ini bandel..” Itu misalnya, dan itu sering kita dengar bukan? Kalau satu dua kali mungkin tidak apa-apa, tetapi ketika hal ini dikatakan berulang-ulang, itu akan membekas dan membawa cacat dalam gambar diri si anak. Direndahkan, disepelekan, selalu dipersalahkan, semua itu ternyata membawa masalah besar di kemudian hari.

Kita sering mengira bahwa pembunuhan itu adalah sesuatu yang dilakukan hanya secara fisik semata, yaitu menghakhiri hidup seseorang dengan berbagai cara seperti menggunakan jenis-jenis senjata, racun, mencekik, memukul dan sebagainya. Itu semua memang termasuk membunuh. Tetapi ingat pula bahwa pembunuhan bisa pula dilakukan atas karakter atau gambar/image diri seseorang. Pembunuhan karakter (character assasination) ini sama kejamnya dengan pembunuhan dengan menghabisi nyawa orang, karena meski mereka secara fisik masih ada di dunia, seringkali hidup mereka sebenarnya sudah berakhir secara mental. Bagaimana undang-undang Kerajaan berkata mengenai hal ini? Ternyata tegas dan keras. Menurut Firman Tuhan, sesungguhnya membunuh dalam bentuk apapun termasuk di dalamnya pembunuhan karakter akan mendapat ganjaran yang sama.

Mari kita lihat ayatnya. “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.” (Matius 5:22). Mari kita lihat ayat ini dalam versi BIS: “Tetapi sekarang Aku berkata kepadamu, barangsiapa marah kepada orang lain, akan diadili; dan barangsiapa memaki orang lain, akan diadili di hadapan Mahkamah Agama. Dan barangsiapa mengatakan kepada orang lain, ‘Tolol,’ patut dibuang ke dalam api neraka.” dan versi English Amplified: “But I say to you that everyone who continues to be angry with his brother or harbors malice (enmity of heart) against him shall be liable to and unable to escape the punishment imposed by the court; and whoever speaks contemptuously and insultingly to his brother shall be liable to and unable to escape the punishment imposed by the Sanhedrin, and whoever says, You cursed fool! [You empty-headed idiot!] shall be liable to and unable to escape the hell (Gehenna) of fire.” Dari sini kita melihat bahwa Tuhan tidak menganggap sepele pembunuhan karakter dengan mengatai, memaki, menghina, menghakimi atau mengutuk orang lain. Mengatakan orang lain kafir itu akibatnya fatal. Mengatai orang dengan tolol, cursed fool atau empty-headed idiot, itu bisa membawa kita dicampakkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Ini sangatlah keras, dan tentu hal terserbut bukanlah tanpa sebab.

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply