Pemahamahan tentang Mesias Perlu Dijernihkan, Luk 9:18-22

mesias

SETELAH Petrus dapat menjawab pertanyaan Yesus dengan tepat bahwa Ia adalah “Mesias dari Allah”, Yesus justru melarang para murid agar tidak memberitahu kannya kepada orang lain. Memang agak aneh, tetapi Yesus tentu mempunyai maksud lain.

Yesus melarang para murid untuk memberitakan identitas Yesus yang sejati sebagai Mesias, sebab Yesus mau menjernihkan lebih dahulu pemahaman para murid tentang Mesias.

Sebab para murid dan orang-orang Yahudi pada umumnya memahami Mesias sebagai penguasa yang akan mengembalikan kejayaan Israel. Pada hal Yesus mengatakan bahwa DiriNya adalah Putera Manusia yang harus menderita sengsara, wafat dan bangkit.

Sebab jalan keselamatan dari Allah untuk manusia itu harus melalui sengsara dan wafatNya lebih dahulu, baru kemudian dengan bangkitNya dari mati Ia membuka pintu surga bagi manusia. Namun jalan keselamatan ini juga harus diikuti oleh semua orang yang mau masuk ke dalam Kerajaan Allah

Salah pemahaman mengenai Mesias ini bukan hanya terjadi pada para murid, tetapi hingga sekarang pun masih terjadi pada banyak orang. Ada banyak orang yang mengakui Yesus telah bangkit, tetapi orang tidak mau ikut jalan keselamatan yang telah ditempuh oleh Tuhan Yesus. Tidak berani memberi kesaksian. Bahkan ada orang yang mau ikut Yesus tetapi menghindari salib. Orang mengira bahwa keselamatan akan terjadi secara otomatis.

Bahkan ada beberapa kelompok yang mengira bahwa hanya dengan kedatangan Kristus di dunia ini saja orang sudah diselamatkan, tidak usah melalui salibnya. Maka kebanyakan orang memandang hari Natal, hari kelahiran Yesus di dunia ini sebagai hari yang paling besar.

Dan banyak orang menganggap bahwa perayaan Ekaristi itu dianggap tidak berguna lagi, karena orang beranggapan bahwa Kristus sudah wafat satu kali dan bangkit satu kali, mengapa harus diulang kembali dalam Ekaristi? Pada hal Ekaristi sebagai kenangan yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus ini adalah jalan keselamatan. Umat diajak untuk menghayati sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus

Memang menghayati Mesianisme Yesus tidak mudah. Untuk dapat menangkap arti “Mesias” perlu kita renungkan firman Tuhan ini: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh para tua-tua, oleh para imam kepala dan para ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga”.Maksudnya ialah bahwa syarat keselamatan manusia tergantung dari kerelaan Kristus menjadi kurban tebusan yang berkenan kepada Bapa, menggantikan kurban-kurban lain. Marilah kita syukuri.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: