Pelita Yang Tak Kunjung Padam

Ayat bacaan: Lukas 12:35
====================
“Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.”

pelita

Betapa pentingnya pelita jika anda berada dalam kegelapan. Bayangkan sulitnya kita mencari jalan di tempat gelap tanpa bantuan cahaya. Seorang teman saya pernah bercerita ketika dia tengah KKN (Kuliah Kerja Nyata) di sebuah desa yang terisolir dari kota. Untuk mencapai kota, mereka hanya punya transportasi sebuah mobil jeep tua yang beroperasi hanya dua kali seminggu. Jika mereka melewatkan mobil itu dan tetap harus ke kota, mereka harus menerobos hutan, dan berjalan sepanjang satu malam. Bagi orang desa mungkin mereka sudah hafal jalan di hutan itu, tapi tidak bagi teman saya dan teman-temannya yang KKN di tempat yang sama. Pada suatu kali merka harus menembus hutan itu, dan dia bercerita bahwa mereka tidak akan mampu melihat apapun di dalam hutan itu tanpa lampu petromak yang mereka bawa.

Menyambung renungan kemarin mengenai kesiapan kita untuk berjaga-jaga dalam kedatangan Yesus yang kedua kali, ada hal lain yang juga penting kita persiapkan selain ikat pinggang. Ayat bacaan hari ini menyatakan bahwa selain ikat pinggang, kita juga harus memastikan pelita kita tetap menyala. Apa yang dimaksud dengan pelita? Amsal 20:27 menjelaskan bahwa Roh manusia adalah pelita Tuhan, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya. Tuhan telah memberi kita semua dengan “lampu”, yang dapat selalu menuntun kita, menerangi kita, menjauhkan kita dari kegelapan, hanya apabila “lampu” tersebut selalu menyala. Roh manusia adalah pelita Tuhan, yang tidak ada pada mahluk lainnya. Roh manusia dilengkapi sebentuk hati nurani, yang selalu bereaksi mengingatkan kita setiap kali kita ingin berbuat dosa. Roh yang menyala seperti pelita merupakan wakil Tuhan untuk menerangi diri kita hingga bagian terdalam.

Betapa pentingnya pelita jika kita berada dalam kegelapan. Dunia yang kita tempati sekarang berisi banyak potensi yang dapat menggiring kita semua menuju kegelapan rohani. Tidak heran jika Paulus mengingatkan jemaat di Roma untuk memastikan roh mereka tetap menyala-nyala. “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” (Roma 12:11). Roh yang tetap menyala, laksana pelita yang bercahaya adalah sebuah tanda kesiapan kita menantikan kedatangan Kristus. Roh yang tetap menyala akan membuat kita tetap bersemangat untuk melayani Tuhan. Cahaya itu pun sudah seharusnya terpancar menerangi saudara-saudara kita yang belum mengenal Tuhan, lewat pernyataan kemuliaan Tuhan dalam pelayanan kita. Betapa indahnya apabila Kristus mendapati kita tengah melayani Tuhan dengan pelita yang menyala terang ketika Dia datang untuk kali kedua. Sebaliknya, apa yang terjadi jika pelita kita padam? Ayub 21:17 menjelaskannya. “Betapa sering pelita orang fasik dipadamkan, kebinasaan menimpa mereka, dan kesakitan dibagikan Allah kepada mereka dalam murka-Nya!” Pelita yang padam akan membawa kita pada kebinasaan, dan kesakitan dalam murkaNya. Mengerikan. Tidak seorang pun yang tahu kapan Yesus datang kembali. Hendaklah kita semua tetap berjaga-jaga, melengkapi diri kita setiap saat dengan ikat pinggang dan pelita yang menyala.

Pastikan pelita anda tetap menyala dalam setiap kegiatan dan pekerjaan yang anda lakukan

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment