Pelita Hati: 31.08.2017 – Menjadi Hamba Setia


Bacaan Matius 24:42-51


KARENA itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.” (Mat.24:42-44.46)


Tuhan sedang mengingatkan kita untuk berjaga-jaga dan siap menjadi hamba yang setia. Ingatlah bahwa Tuhanlah Sang Pemilik kehidupan, kita manusia hanyalah pelaku kehidupan. Kita tak berkuasa atas hidup dan kehidupan ini. Yang dituntut dari kita adalah berjuang untuk menjalani kehidupan dengan memperbanyak perbuatan kebaikan dan keutamaan. Itulah tanggungjawab kita seperti hamba yang berjaga dengan setia menunggu tuannya datang. Hidup di dunia adalah saat kita menunggu Sang Pemilik kehidupan ini datang tanpa kita ketahui waktu dan saatnya. Kita menanti bukan dengan duduk membisu dan termenung tetapi menjalani kehidupan sesuai dengan tugas dan panggilan kita masing-masing serta berusaha mempersembahkan hidup dengan sederet kebaikan bagi Sang Pemilik kehidupan. Semoga kita pun mampu menjadi hamba yang setia hingga pada akhirnya.


Seorang hamba yang setia,
berjaga menanti tuannya.
Sembah sujud pada Tuhan kita
niscaya hidup penuh dengan berkah-Nya.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem rm.is


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: