Pelita Hati: 29.03.2018 – Cinta Putih


Bacaan Yohanes 13:1-15


Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. (Yoh 13:12-15)


CINTA itu putih, cinta itu bersih, cinta itu penuh kasih. Begitulah pesan yang ingin disampaikan Tuhan pada saat mengadakan perjamuan terakhir dengan keduabelas rasul-Nya. Perjamuan terakhir itu menjadi istimewa karena Tuhan melakukan tindakan yang tak lazim, Ia membasuh kaki keduabelas murid-Nya. Sebuah tindakan yang jauh dari akal sehat, karena seorang Guru sekaliber Yesus melakukan pembasuhan kaki yang  hanya pantas dilakukan oleh seorang budak. Inilah tindakan simbolis Tuhan untuk kasih putih-Nya kepada dunia.


Sahabat-sahabat terkasih,


Tindakan Yesus menanggalkan jubah lalu membasuh kaki para murid adalah sebuah teladan serta ajakan agar kita mau menanggalkan keangkuhan dan kesombongan kita demi sebuah pelayanan. Bukahkah Yesus rela menanggalkan keilahian-Nya untuk menjadi manusia bahkan rela menderita dan sengsara demi ketaatan-Nya kepada Bapa. Dengan kata lain, selagi kita masih mengandalkan kedudukan, jabatan dan keangkuhan,  pelayanan kita menjadi sia-sia. Jika kita masih mengagung-agungkan keangkuhan dan kesombongan kita takkan pernah mampu mengasihi Tuhan dan sesama dengan kasih paripurna, cinta putih penuh kasih. Inti dari ajaran Tuhan adalah kerendahan hati, rela menanggalkan ego diri demi kasih kita kepada Tuhan dan sesama.


Jika badan terasa letih,
minum es biji selasih.
Selamat merayakan Kamis Putih,
semoga hidup kita berlimpah kasih.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.istoto


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: