HERODES, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan ia pun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.Tetapi Herodes berkata: “Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.


Kecemasan dan kegelisahan sering menghantui orang yang pernah melakukan kesalahan. Hidupnya tidak tenang karena dibayang-bayangi oleh perbuatannya sendiri. Hidupnya selalu dihantui ketakutan yang berlebihan.


Itulah Herodes sang penguasa pernah memenggal kepala Yohanes Pembaptis sang nabi sejati.  Pengalaman ini hendaknya memacu kita untuk menjalani hidup dengan hati murni tanpa diracuni oleh iri dan dengki demi kepentingan diri dan ambisi pribadi. Hidup sebagai murid sejati adalah hidup dalam kerendahan hati yang tidak dibutakan oleh ambisi tetapi hidup untuk mengabdi dan melayani.Niscaya damai sejati akan kita nikmati. Semoga kita selalu ada di jalan dan jalur kerendahan hati ini.


Padi menguning senanglah petani,Jalani hidup dengan saling melayani,jauhkan dari iri hati dan dengki.


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.