Pelita Hati: 27.12.2017 – Percaya dan Berwarta

Bacaan Yohanes 20:2-8

Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. (Yoh 20:3.5-8)

KONTEKS kisah ini adalah tentang kebangkitan Yesus. Tersebut nama “Murid yang Lain” yang lazim dikenal sebagai Yohanes, salah satu dari penulis Injil. Pokok terpenting dari kisah ini adalah Yohanes menjadi saksi mata bahwa Tuhan sudah ‘diambil orang’ sebagaimana berita Maria Magdalena (Yoh 20:1). Yohanes menyaksikan kain kafan dan kain peluh yang tertinggal. Yohanes sungguh percaya bahwa Yesus tidak ada di kubur lagi alias Tuhan sungguh telah bangkit sebagaimana pernah disabdakan dalam pengajaran kepada murid-murid-Nya. Namun yang lebih penting lagi adalah ia tidak menyimpan pengalamannya untuk diri sendiri, ia meneruskan pengalamannya dalam warta Injil tulisannya. Karenanya kita bisa menikmati kesaksian imannya tentang Tuhan dalam suratan injilnya.

Tugas dan tanggungjawab kita di zaman ini adalah meneruskan pengalaman dan kesaksian iman kita di mana pun dan kapan pun. Bukan terutama dengan berbusa kata tetapi melalui kesaksian hidup nyata. Intinya, Tuhan yang baru saja kita sambut kelahiran-Nya adalah  Sang Penebus, Sang Penyelamat dan Sulung yang membuka keselamatan bagi kita yang percaya. Apa yang telah lakukan untuk mewartakan Tuhan selama ini?

Selamat pagi sahabat semuanya,
semoga selalu ada sukacita.
Mari wartakan kebaikan-Nya,
melalui hidup dan kesaksian kita.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.is

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: