Bacaan Markus 10:1-10 


Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. (Mrk 10:6-9)


JUDUL perikope pelita hati hari ini adalah tentang “perceraian”. Dua penginjil (Matius dan Markus)  mengangkat tema perceraian. Namun jika dibaca isinya memuat tentang makna dasar ajaran perkawinan yang tak terceraikan: “apa yang dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia” (ay. 9) Dan memang inilah inti sari dari makna sakaramen perkawinan itu.


Sahabat terkasih,


Fakta bahwa membangun bahtera hidup perkawinan itu tidak mudah harus kita akui, ada macam ragam tantangan. Kita tak mengingkari juga banyak yang gagal di tengah jalan. Di lain pihak, kita juga melihat kesaksian dari keluarga-keluarga yang menikmati indahnya hidup berkeluarga walau harus dilalui dengan beragam perjuangan. Pelita sabda hari ini mengajak kita untuk menyadari bahwa pernikahan itu bukan sebagai akta transaksional belaka, melainkan sebagai bagian dari rencana Illahi walau harus menuntut komitmen insani. Inilah nilai luhur dan suci perkawinan itu,  bukan sekedar kehendak dua insan tetapi Allah turut serta dalamnya.


Sahabat terkasih,


semoga pelita sabda hari ini semakin meneguhkan keluarga-keluarga dalam menghayati janji sucinya sambil percaya bahwa Tuhan ikut menjaga keluarga kita. Di lain pihak, kita juga berdoa bagi keluarga-keluarga yang sedang dirundung tantangan dan kesulitan. Semoga mereka tetap memegang sabda suci ini, “apa yang dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia”.


Di sana gunung di sini gunung,
di tengah tengah ada samudera.
Jangan bimbang apalagi bingung,
bersama Tuhan ada damai sejahtera.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.Istoto


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.