Pelita Hati: 25.02.2018 – Mendengarkan Sang Sabda


Bacaan Markus 9:2-9


Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu. Kata Petrus kepada Yesus: “Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.” (Mrk.9:2-3.5.7)


KINI kita berjumpa dengan kisah tansfigurasi atau wajah Yesus berubah rupa saat berdoa di atas gunung. Peristiwa itu disaksikan oleh ketiga murid yang bersama-sama dengan Yesus, yaitu Petrus, Yakobus dan Yohanes. Lebih istimewa  karena mereka menyaksikan dua (2) nabi besar di masa lampau (Musa dan Elia) turut menyertai Yesus dan berbicara dengan-Nya. Karena peristiwa itu sangat menakjubkan maka Petrus berniat mendirikan tiga kemah untuk Yesus, Musa dan Elia. Namun puncak dari kisah ini adalah pernyataan dan perintah Allah agar para murid mendengarkan Yesus, putera terkasih.


Sahabat-sahabat pelita hati,


perintah yang sama sekarang ditujukan kepada kita. Apakah kita sungguh-sungguh telah mendengarkan Tuhan? Mendengar bukan hanya dengan telinga tetapi dengan hati. Ini berarti kita juga melaksanakan dan mengikuti apa yang  disabdakan-Nya. Semoga pelita sabda hari ini semakin meneguhkan kita untuk menjadi pendengar dan pelaksana sabda yang setia.


Setelah Kitab Kejadian,
ada Kitab Keluaran.
Datang bersujud kepada Tuhan,
Sang Sabda kebenaran.


Salam kasih dari bumi Cendrawasih,
Berkah Dalem, rm.istoto,


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: