Pelita Hati: 24.10.2017 – Berjaga dengan Setia


Bacaan Lukas 12:35-38


Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya. Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. (Luk.12:35-37)


TUHAN masih melanjutkan pengajaran-Nya tentang perlunya waspada dan berjaga-jaga. Gambarannya seperti seorang hamba yang pinggangnya berikat dan membawa pelita bernyala.


Sekurangnya ada dua pesan keutamaan atas pelita sabda ini,

murid Tuhan harus selalu berjaga dengan setia. Tuhan menggambarkan seperti seorang hamba yang tak boleh lengah sedikit pun agar tidak kehilangan kesempatan jika Sang Tuan datang.seorang hamba tidak pertama-tama memikirkan diri sendiri tetapi hidup  dan perhatiannya diabdikan sepenuhnya pada sang Tuan.

Hamba adalah abdi atau pelayan yang selalu menempatkan yang diabdi dan dilayani sebagai yang utama. Apakah kita sungguh-sungguh telah mengadi Tuhan? Apakah kita sungguh-sungguh telah menjadi pelayan keluarga, sesama, masyarakat? Apakah kita menempatkan Tuhan dan yang kita layani sebagai utama? Atau malah kita menempatkan diri lebih tinggi dari mereka? Mengaku diri hamba tetapi kelakuan kita raja, mengaku diri abdi tetapi kita selalu minta dihormati. Jauhkan kami dari kelemahan ini ya Tuhan.


Kota senja di Kaimana,
kota Injil di Manokwari.
Menjadi hamba yang setia,
wartakan Injil setiap hari.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.is


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply