Pelita Hati: 23.02.2018 – Tak Menjadi Farisi


Bacaan Matius 5:20-25


Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (Mat. 5:20)


HARUS diakui jika orang-orang Farisi dan ahli Taurat amat taat dalam menjalankan keagamaannya berpatokan pada aturan hukum Taurat yang amat detail dan lengkap. Namun cara beragama yang mereka jalani hanya bersifat lahiriah. Mereka taat berdoa, memuji Tuhan, berpuasa, membaca Firman Allah melakukan ibadah serta kebaktian. Bahkan mereka cenderung melakukan legalisme, yakni mengganti sikap-sikap batin yang bersumber dari Allah dengan berbagai perbuatan lahiriah  yang dangkal. Orang seperti itu yang oleh Yesus dikatakan memuliakan Allah dengan bibir tetapi hati mereka jauh daripada Dia; dari luar mereka tampaknya benar, tetapi hatinya sama sekali tidak mengasihi Allah.Yesus menyerukan kepada para murid bahwa hidup keagamaan  yang dikehendaki Allah harus lebih dari itu. Tindakan lahiriah harus bersumber dari hati yang beriman dan penuh kasih.


Sahabat-sahabat pelita hati,


godaan untuk menjadi seperti Farisi bisa saja terjadi di zaman ini. Semoga kita diberi kebijaksanaan hati agar dapat membebaskan diri dari cara beragama dan beriman seperti orang Farisi.


Ini zaman musim gempa bumi,
harus waspada dan hati-hati.
Ya Tuhan, semoga kata dan perbuatan kami,
menjadi cermin ketulusan hati. 


Salam kasih dari bumi Cendrawasih,
Berkah Dalem, rm.istoto


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: