Pelita Hati: 22.03.2018 – Maha Daya Firman Tuhan


Bacaan Yohanes 8:51  


Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.


KINI Tuhan sedang menegaskan tentang jaminan keselamatan bagi setiap orang yang mengikuti dan menuruti firman-Nya. Menuruti firman-Nya berarti membiarkan hidup-Nya dituntun oleh Sang Firman yang adalah Yesus sendiri. Dia adalah firman yang menjadi manusia, sabda yang menjadi daging dan Allah yang menjelma dan kasat mata. Kini firman-Nya tersurat dalam sabda suci yang dapat kita baca setiap hari. Memang firman Tuhan menuntut  sikap dan komitmen hati. Tidak cukup untuk dibaca, dimengerti dan direnungkan. Harus dibatinkan di dalam hati dan terpatri dalam sanubari. Puncak dari itu semua adalah mesti diwujudnyatakan dalam hidup sehari-hari. Hidup menuruti Firman  berarti membiarkan diri dituntun oleh Firman dan menggerakkan hati untuk melakukan kebaikan dan keutamaan. Mari kita berusaha untuk memperjuangkannnya.


Wajahmu rupawan dan keibuan ,
selalu tersungging senyuman.
Sabda-Mu adalah kebenaran,
sarat ajaran keutamaan.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.istoto


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: