Bacaan Lukas 7:31-35


KATA  Yesus:  Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis. Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. (Luk.7:32-34)


Yesus sedang berbicara tentang orang-orang Yahudi yang tak pernah peduli pada perutusan dan pewartaan kasih-Nya. Hati mereka seakan degil dan dungu sehingga tidak mampu melihat dan menerima Yesus yang adalah Mesias. Mereka tidak mau tahu akan pewartaan Tuhan, digambarkan seperti penari yang tidak mau menari walau seruling sudah ditiup dan tak mau menangis walau ada nyanyian kidung duka. Hati mereka beku membatu dan selalu berpegang pada keyakinannya yang dianggap paling benar serta merendahkan orang lain dan selalu menyalahkannya. Sebagai murid Tuhan di zaman ini, yang dibutuhkan adalah kerelaan membuka hati, mendengarkan serta mengikuti kehendak-Nya. Di sinilah kerendahan hati harus bermain, siap mendengarkan sabda serta melakukan kehendak-Nya. Semoga kita termasuk di antaranya.


Bunga di taman tlah merekah,
tumbuh subur di taman indah.
Murid Tuhan tak berhati pongah,
hidup jujur dan hati merendah.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem rm.is


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.