Bacaan Lukas 7:11-17  


SETELAH Yesus dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!” Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. (Luk.7:12-15)


Kisah Yesus membangkitkan anak muda di Nain yang diusung menuju ke tempat pemakaman  merupakan salah satu karya mujizat Tuhan yang sangat spektakuler pada waktu itu. Tuhan tidak sedang memamerkan kehebatan-Nya, tetapi Ia sedang menunjukkan belas kasih-Nya kepada seorang janda yang kehilangan anak satu-satunya. Rasa belas kasihan Tuhan itulah yang menggerakkan hati-Nya untuk menolong orang lemah (janda) yang dirundung sedih dan derita  dalam ketidakberdayaan. Tindakan Tuhan inilah yang kemudian membuat orang-orang kagum terperangah dan yakin bahwa itu adalah karya Allah. Melalui karya mujizat-Nya ini juga, Tuhan sedang memenuhi janji-Nya untuk menyatakan tahun rahmat Tuhan telah datang (Luk.4:19). Kita  yakin mujizat-Nya tetap bekerja juga di saat ini. Percayalah.


Karna Tuhan Maha Adil,
kita harus percaya dan yakin.
Bagi Tuhan tak ada yang mustahil,
bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem rm.is


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.