Pelita Hati: 18.03.2018 – Biji Gandum Penyelamatan.


Bacaan Yohanes 12:20-33


Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa. (Yoh 12:24-26)


KINI Tuhan sedang berbicara tentang diri-Nya dan memberitahukan tentang kematian-Nya sambil menjelaskan bahwa kematianNya demi keselamatan, yaitu umat dan gereja-Nya. “Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah” (ay.24). Dengan kata lain, hanya dengan kematian-Nya dunia diselamatkan. Bersama ini pula Tuhan menantang setiap murid dan siapa saja yang mau menjadi murid-Nya agar memiliki jiwa militan: rela menyerahkan nyawa  demi cinta kepada Dia. Karenanya, wafat-Nya merupakan peringatan bagi para pengikut-Nya untuk tidak “mencintai nyawanya di dunia ini” (ay. 25). Tuhan telah memberikan teladan bagaimana harus mengorbankan nyawa, tubuh dan darah-Nya. Tuhan tidak menjadikan hidup-Nya untuk diri-Nya sendiri tetapi diabdikan bagi dunia dan tentu saja umat yang ditebus-Nya.


Sahabat pelita hati,


masa prapaskah adalah saat yang indah bagi kita untuk menata kehendak, budi dan hati agar dapat mengabdikan hidup kita bagi sesama, terutama yang kecil, lemah, tersingkir dan menderita melalui sapaan kasih dan derma kita. Semoga kita mampu mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan dan sesama.


Bukan dengan emas dan perak,
Tuhan menebus dosa kita.
Dengan segenap kasih dan kehendak,
Tuhan menyelamatkan kita.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: