Pelita Hati: 17.12.2017 – Menjadi Saksi

Bacaan Yohanes 1:6-8.19-28

Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;  ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. (Yoh 1:6-8)

YOHANES Pembaptis atau Pemandi bukan hanya sebagai penyiap dan pelapang jalan Tuhan. Ia juga sebagai saksi yang memberikan kesaksian tentang Sang Terang. Dan Yohanes telah berhasil menjalankan tugas kesaksiannya itu secara indah.

Sejatinya setiap orang beriman, tanpa kecuali, dengan menerima sakraman baptis dan krisma memiliki tugas dan tanggungjawab yang sama, yaitu bersaksi dan memberi kesaksian tentang Tuhan. Apakah kita telah menjalan kesaksian itu dengan indah pula? Kesaksian kita pertama-tama bukan dengan tutur kata indah dan sarat petuah, tetapi melalui tindakan nyata dalam hidup sehari-hari. Ketika kita hidup dengan kasih, bukan kebencian apalagi dendam sejatinya kita sedang bersaksi tentang Tuhan yang penuh kasih. Ketika kita hidup tanpa congkak dan kesombongan sejatinya kita sedang mewartakan Tuhan Sang rendah hati.

Marilah kita mohon kepada Tuhan agar kita mampu menjadi saksi-saksi iman di zaman ini, meneladan Sang Yohanes Pemandi.

Jika kita menjaga kesehatan,
hidup kan menyenangkan.
Janganlah kalah dengan kejahatan,
kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.is

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: