Pelita Hati: 17.04.2018 – Roti Kehidupan

0
33


Bacaan Yohanes 6:30-35  


Maka kata mereka kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.” Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. (Yoh 6:34-35)


KINI Yesus memberi cakrawala baru kepada para murid tentang makna mengikuti diri-Nya. Bukan pertama-tama mengejar makanan jasmani melainkan makanan rohani, sebagaimana pernah Ia sampaikan saat dicobai iblis bahwa  manusia tidak hanya hidup dari roti saja (lih. Mat 4:4).


Manusia tidak dapat dipuaskan oleh makanan jasmani saja. Seberapa pun banyaknya yang kita makan kita pasti akan lapar kembali. Ia adalah roti hidup, orang yang percaya dan mengikut Yesus tidak akan mengalami rasa lapar dan haus, karena Dia adalah “roti” yang mampu mengatasi rasa lapar dan haus melalui daya kekuatan kasih-Nya. Karenanya kita sering merasa hati kita ‘kering’  walau perut kita kenyang. Kita butuh kenyamanan hati dan kenyamanan jiwa dan itu kita rasakan ketika berkanjang dalam Tuhan dan ada bersama dengan Tuhan dalam keheningan. Mari kita datang kepada-Nya dan rasakan nikmatnya hidup dalam perlindungan-Nya.


Di sini senang di sana senang,
di sini sahabat di sana teman.
Hati kan damai dan tenang,
jika hidup dekat dengan Tuhan,


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm. Istoto


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Sumber: Sesawi

Loading...

Tulis gagasan

Please enter your comment!
Please enter your name here