Pelita Hati: 17.02.2018 – Pintu Keselamatan

Bacaan Lukas 5:27-32

Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.” (Luk 5:30-32)

TUJUAN dari karya dan pewartaan Yesus adalah mencari dan menyelamatkan yang hilang alias mencari orang-orang yang dikategorikan berdosa agar mengalami pertobatan. Karenanya, Tuhan tidak mendekati para pendosa untuk mengkuti dan hanyut dengan irama dan cara hidup mereka tetapi ingin membebaskan dan menyelamatkan mereka. Nyatanya, Lewi seorang pemungut cukai pun akhirnya mengikuti Yesus. Dan ketika Lewi mengadakan perjamuan di rumahnya, Yesus dan para murid datang dalam perjamuan makan itu. Itulah model dan gaya Tuhan dalam mendekati dan memanggil mereka menuju pintu keselamatan.

Sahabat-sahabat pelita hati,

berkat baptis dan sakramen krisma yang telah kita terima, kita pun mendapat perutusan yang sama untuk membawa orang pada keselamatan. Di mana pun dan kapan pun berada, kita memiliki tanggungjawab untuk menebarkan kebaikan kepada sesama. Tentu kita tidak harus meniru cara Tuhan yang riskan dan membahayakan, apalagi kita belum tahan uji dalam godaan iman. Terpenting  adalah kita tidak mendeskreditkan atau menghakimi orang yang pernah jatuh atau gagal dalam iman tetapi  merangkul dan membawa mereka menuju pangkuan Gereja semampu kita. Kita tidak perlu melakukan yang spektakuler dan luar biasa. Yang dibutuhkan adalah kehendak tulus kita untuk membantu sesama agar mengalami indahnya kasih Tuhan.

Jangan menunda jika saatnya makan,
istirahat cukup agar sehat dan aman.
Mencari dan menyelamatkan,
tanggungjawab setiap umat beriman.

Salam kasih dari bumi Cendrawasih,
Berkah Dalem, rm.istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: