Pelita Hati: 16.03.2018 – Benci tapi Rindu


Bacaan Yohanes 7:1-2.10.25-30


Beberapa orang Yerusalem berkata: “Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh? Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya.” Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: “Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku.” (Yoh. 7:25-29)


KEDATANGAN Yesus memang membawa pertentangan. Benarlah nubuat Simeon dalam Lukas 2:34 bahwa Yesus akan menjadi tanda perbantahan. Kini keberadaan-Nya pun menjadi perbantahan. Antara dibenci dan dikagumi, dimusuhi tetapi juga dicari. Di satu pihak orang-orang Yahudi ingin membunuh-Nya, di lain pihak mereka mengakui akan kehebatan dan keistimewaan Yesus yang mencerminkan tanda-tanda kemesiasan-Nya. Memang, ujung dari kisah Yesus adalah Ia harus mengalami nasib tragis: difitnah dan dihukum mati di kayu salib. Orang-orang Yahudi tak lelah mencari cara agar Yesus dipersalahkan dan mendapat hukuman. Usaha mereka tak sia-sia, Tuhan disalibkan.


Sahabat-sahabat pelita hati,


kita bisa merasakan betapa beratnya beban yang  dialami Tuhan, terutama di akhir pewartaan dan karya-Nya. Kendati demikian, Tuhan tak pernah lari dari kesulitan.  Semua tantangan dan penderitaan dihadapi tanpa keluhan. Semoga kita dapat meneladan keteguhan dan kesetiaan hati Tuhan, yaitu tak takut pada kesulitan dan tantangan. Jika demikian, sejatinya kita sedang melakukan pertobatan yang berarti tidak pernah lari dari kenyataan walau dengan beragam perjuangan. Semoga kita dimampukan.


Ayo sobat berterus terang,
jangan lewat pintu belakang.
Hari Jumat adalah hari pantang,
segala nikmat harus dikekang.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.istoto


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: