Pelita Hati: 14.03.2018 – Mendengar dan Percaya


Bacaan Yohanes 5:17-30


Aku  berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. (Yoh. 5:24.30)


MENDENGARKAN Tuhan dan percaya kepada-Nya adalah inti hidup orang beriman. Barangsiapa yang mendengar dan percaya kepada Tuhan akan memperoleh hidup kekal. Mendengarkan tidak hanya dengan telinga tetapi dengan seluruh hati dan kehendak. Sedangkan percaya berarti menyandarkan seluruh harapan hidup kita kepada Tuhan. Kenyataan ini membawa kita pada satu keyakinan bahwa Allah itu mengasihi kita lebih dari seorang ibu mengasihi anaknya. Semangat optimis ini yang membuat kita mampu untuk menghadapi tantangan dan perjuangan dalam hidup.


Sahabat-sahabat pelita hati,


benarkah kita telah sungguh-sungguh mendengarkan Tuhan? Pelita sabda yang kita terima setiap hari adalah sabda Tuhan sendiri yang hendaknya kita yakini sebagai sabda yang dapat mengubah hati. Semoga kita sungguh-sungguh menaruhkan kepercayaan kita kepada-Nya, Sang Pelita Sabda.


Buah matoa buah duku,
buah terong buah mengkudu.
Sabda-Mu pelita bagi hatiku,
dan terang bagi jalanku.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.istoto


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: