Pelita Hati: 13.04.2018 – Yang Lemah Menguatkan


Bacaan Yohanes 6:1-15


Seorang  dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. (Yoh 6:8-9.11)


KEEMPAT Injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes) mengisahkan tentang Yesus memberi makan lima ribu orang atau kisah penggandaan roti. Dari keempat penginjil hanya Yohanes yang menampilkan seorang anak (anak kecil) si pembawa roti jelai dan ikan itu. Berawal dari sini Tuhan melakukan tindakan mujizat-Nya.


Sahabat terkasih,


Dalam tradisi Palestina waktu itu, kaum perempuan dan anak-anak dikategorikan sebagai orang-orang lemah dan tak diperhitungkan. Namun justru berawal dari anak yang tak diperhitungkan inilah karya mujizat Tuhan terjadi. Yang lemah justru bisa menguatkan, yang tak diperhitungkan justru menjadi alat Tuhan bagi mujizat Tuhan. Dengan demikian Tuhan dapat menggunakan apa saja dan siapa saja untuk karya-karya mujizat-Nya, tak terkecuali Anda sahabat-sahabatku. Ketika kita melakukan kebaikan bagi sesama, sekecil apa pun, sejatinya kita sedang menjadi alat dan tangan kasih-Nya dalam kehidupan.


Jika pergi ke tanah suci,
jangan lupa beli Rosari.
Hati Yesus yang tersuci,
mujizat-Mu terjadi setiap hari.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.istoto


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: