Pelita Hati: 13.03.2018 – Tak Lelah untuk Setia Bacaan Yohanes 5:1-16


Bacaan Yohanes 5:1-16


Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.  Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?” Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.” Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.(Yoh.5:5-9)


SUNGGUH tragis nasib orang lumpuh yang sudah tigapuluh tahun berbaring di salah satu serambi kolam Bethesda ini. Inilah gambaran seorang yang ada dalam ketidakberdayaan. Bayangkan selama tigapuluh tahun ia mencoba setia dan menerima keadaannya. Namun benarlah kata-kata ini, barangsiapa setia hingga pada akhirnya akan memperoleh keselamatan. Saat Tuhan menyaksikan kesetiaan si lumpuh Ia tergerak hati-Nya dan memerintahkannya untuk berdiri dan mengangkat tilam. Sebuah pemandangan yang tentu saja mengejutkan, bukan saja bagi si lumpuh tetapi juga bagi orang-orang yang melihatnya, apalagi hari itu adalah hari sabat.


Sahabat-sahabat terkasih,


pelita sabda hari ini memberi inspirasi kepada kita bagaimana harus membangun harapan terhadap karya dan tindakan Tuhan. Kita tak boleh hilang harapan. Yang dibutuhkan adalah kesetiaan kita untuk bertahan dalam pengharapan. Percaya bahwa Tuhan takkan pernah membiarkan kita berjuang sendirian. Dia akan bertindak pada saat yang tepat. Sekali lagi yang dibutuhkan adalah kesetiaan kita. Semoga di masa prapaskah ini pun kita semakin diteguhkan dalam memperjuangkan kesetiaan sambil percaya bahwa Ia akan melimpahkan berkat kasih-Nya. Jangan lelah tuk setia.


Jika pergi ke pulau Sumba,
jangan lupa kuda liarnya.
Ya, Tuhan mampukan hamba,
untuk setia hingga pada akhirnya.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.istoto


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. renungan dari yohanes 5 -17
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: