Pelita Hati: 11.09.2017 – Tak Henti Berbuat Baik

Bacaan Lukas 6:7.9-10

PADA suatu hari sabat, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia. Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?” Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya.

Ahli-ahli Taurat dan Orang-orang Farisi selalu sibuk mengamat-amati Yesus untuk mencari kesalahan-Nya. Itulah gambaran pribadi yang tidak damai dengan diri, hidupnya tidak mengendap. Sebaliknya Yesus  menampilkan diri sebagai pribadi yang selalu mengarahkan perhatian kepada orang lain, demi dan untuk kebaikan banyak orang. Bagi Tuhan, melakukan kebaikan tak boleh dibatasi dan dihambat oleh apa pun bahkan hukum Sabat sekali pun. Untuk sebuah perbuatan kebaikan yang berdaya guna dan menyelamatkan sesama tak boleh dihambat oleh aturan manusiawi yang mengekang. Itulah misi utama Tuhan yang harus kita perjuangkan terus-menerus di zaman ini. Jangan berhenti berbuat baik.

Jika pergi memancing ikan,
jangan lupa membawa umpan.
Jangan lelah berbuat kebaikan,
niscaya hidup makin berkenan.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem rm.is

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply