Pelita Hati: 10.12.2017 – Mengutamakan Tuhan

Bacaan Markus 1:1-8

Demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.” Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. Inilah yang diberitakannya: “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak (Markus 1:4, 6-7)

KINI kita belajar dari seorang tokoh penyiap dan pelapang jalan Tuhan, yaitu Yohanes Pembaptis. Ia tampil sebagai seorang pewarta yang menyerukan pertobatan. Seruannya menjadikan orang melakukan pertobatan dan memberi dirinya dibaptis. Wajar  jika Yohanes sangat terkenal dan dikenal pada zamannya. Yang istimewa, ia tetap menempatkan diri sebagai “yang bukan utama”, ia hanyalah pembuka jalan bagi “Sang Utama”.

“Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak (Markus 1:7). Yohanes sungguh menghayati dan menjunjung kerendahan hati. Ia tidak ingin menonjolkan diri dan menjadikan dirinya lebih penting. Tuhan lah yang harus dijunjung dan diutamakan.

Jika tidak hati-hati kita mudah tergoda untuk merasa diri lebih penting, jual mahal karena sudah tenar dan terkenal. Semoga kita dapat meneladan kerendahan hati Yohanes Pembaptis. Dalam segala hal, Dia harus diutamakan.

Pagi-pagi sarapan roti,
ditemani si buah hati.
Jika hidup dalam kerendahan hati,
niscaya kita kan terberkati.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.is

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: