Pelita Hati: 10.11.2017 – Bijak dalam Bertindak


Bacaan Lukas 16:1-8


Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka. Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang. (Luk.16:3-4.8)


PELITA sabda hari ini berkisah  tentang Yesus yang memuji bendahara yang tidak jujur. Rasanya aneh didengar telinga. Jangan salah, bukan ketidakjujuranya yang dipuji Tuhan tetapi kecerdikannya dalam mengantisipasi pemecatannya dari jabatan sebagai bendahara yang sudah di depan mata. Ia mencari cara untuk menebar dan menanam kebaikan kepada banyak orang. Singkatnya, ia menerima kenyataan akan pemberhentiannya tetapi berusaha untuk berbuat baik kepada sesama.  Sekecil dan sesempit apa pun kesempatan itu ia gunakan untuk kebaikan dan membantu sesama. Sungguh luar biasa, dan inilah yang dipuji Tuhan.


Semoga kita pun tidak mudah kehilangan asa jika menghadapi persoalan dan perjuangan hidup serta berusaha untuk tetap melakukan kebaikan di tengah pergulatan, yakinlah Tuhan akan memperhitungkan.


Ikan gurami ikan teri,
sama-sama kaya nutrisi.
Jauhkan kami dari dengki dan iri,
mampukan kami menjadi pribadi terpuji.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, mois


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply