Pelita Hati: 10.02.2018 – Tuhan tak ‘Malas Tau’

Bacaan Markus 8:1-10

Pada  waktu itu ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh.” Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak. (Mrk 8:1-3.6)

SANGAT sering Injil mengisahkan tindakan mujizat Tuhan diawali oleh rasa belas kasihan terhadap suatu kondisi umat atau orang yang memohon bantuan. Ia tidak ‘malas tau’. Karena belas kasih itulah  banyak orang kemudian mengalami penyelamatan. Tindakan berbelas kasih dan berbela rasa Yesus di samping membawa kegembiraan dan penyelamatan bagi banyak orang senyatanya juga merupakan contoh pengajaran kepada murid-murid-Nya agar memiliki rasa belas kasih kepada sesama, terutama yang sedang menderita. Dan kini apa yang diteladankan Tuhan itu harus kita hidupi dan ikuti di masa kini.

Apakah kita jug memiliki rasa belas kasih kepada sesama? Atau kita sering menambil sikap ‘malas tau’ atau ‘cuwek bebek’ kepada kondisi sesama di sekitar kita? Dan bagi kita yang berkeluarga, apakah kita juga menanamkan sikap belas kasih itu kepada anak-anak dan keluarga kita? Mari kita warisi ajaran dan teladan belas kasih Tuhan itu dan meneruskannya dalam hidup sehari-hari, walau dengan belas kasih kecil-kecilan.

Cendrawasih indah mempesona,
‘si burung emas’ kekayaan bangsa kita.
Berbelas kasihlah kepada sesama,
terutama yang lemah dan menderita.

Salam kasih dari bumi Cendrawasih,
Berkah Dalem, rm.istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply