Pelita Hati: 09.11.2017 – On the Track


Bacaan Yohanes 2:13-22


Ketika  hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.” Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.” (Yoh.2:13-14.16-17)


TUHAN tidak sedang meluapkan amarah demi amarah, tetapi sedang mengingatkan dan menyadarkan orang-orang di sekitar bait Allah untuk kembali kepada ‘fitrah’-nya, yaitu menjadi pelayan dan pengabdi umat dalam tugas ibadah suci. Faktanya, di pelataran bait Allah terjadi praktek kolusi, ketidakadilan dan penyalahgunaan wewenang demi kepentingan diri atau kelompok. Tuhan seakan membabi buta dengan menjungkirbalikkan meja-meja tempat berjualan dan penukar uang.


Ya, memang kita harus membabi buta jika berhadapan dengan ketidakadilan dan demi kebaikan serta membela kebenaran, apalagi untuk kepentingan orang kecil. Mari kita bertanya kepada diri kita masing-masing: apakah saya telah menjalani tugas dan panggilan kita on the track, pada jalan dan jalur yang benar? Apakah kita telah berjuang demi kebaikan, kebenaran terutama demi sesama yang kecil dan lemah? Atau kah kita masih suka mementingkan diri, memanfaatkan kewenangan dan kedudukan yang kita miliki?


Semoga kita dijauhkan dari sikap ini.


Kembang desa jadi idaman,
para pemuda berlomba memikat.
Mampukan kami ya Tuhan,
selalu setia dan taat.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.is


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply