Pelita Hati: 09.09.2017 – Tak Mengabdi Sabat


Bacaan Lukas 6:1-5


PADA suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya. Tetapi beberapa orang Farisi berkata: “Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” Kata Yesus lagi kepada mereka: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” (Luk.6:1-2.5)


Yesus mengritik orang Farisi bukan karena adanya aturan hari Sabat, tetapi karena atas nama aturan, orang Farisi memandang rendah sesamanya. Apalagi mereka menetapkan aturan bagi orang lain tetapi mereka terbebas dari aturan itu sendiri. Warta sabda hari ini mengingatkan kita agar aturan yang kita tegakkan jangan sampai menjauhkan atau bahkan memisahkan dengan saudara-saudari kita. Menghargai sesama yang adalah karya Ilahi jauh lebih utama daripada menekan aneka macam aturan yang terkadang sarat dengan kepentingan manusiawi. Singkatnya, Tuhan mengingatkan kita agar menjauhi sifat orang-orang Farisi yang sarat dengan kemunafikan dan puji diri.


Aduh-aduh mana Tahan,
cinta bertepuk sebelah tangan.
Tetap teguh jadi murid Tuhan,
jauhkan diri dari kemunafikan.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem rm.is


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: