Pelita Hati – 09.08.2017: Gigih dalam Beriman


Bacaan Matius 15:24-28 


JAWAB Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.”  Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”  Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh. (Mat.15:24-28)


Dua hal dapat kita petik dari kisah seorang perempuan Kanaan (bukan orang Yahudi) ini: pertama,  ia adalah seorang perempuan yang amat gigih dalam beriman, tidak mundur dan patah semangat untuk mendapat berkat dari Yesus, walau Tuhan telah menguji dan merendahkannya.  “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya” (ay.27).  Luluh hati Tuhan Yesus dengan jawaban ini, sekaligus Ia kagum atas imannya yang gigih. Kedua, kisah ini memperlihatkan betapa iman memiliki kekuatan maha dahsyat. Entah orang Yahudi atau non Yahudi asalkan percaya, Tuhan bertindak. Semoga kesaksian ini semakin memperteguh kita untuk semakin beriman.


Wartawan adalah juru warta,
juru warta aneka pemberitaan.
Iman dalam tindakan adalah cinta,
cinta di dalam tindakan adalah pelayanan.


dari Papua dengan cinta
Berkah Dalem rm.is


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: