Pelita Hati: 09.04.2018 – Lahir dalam Roh


Bacaan Yohanes 3:1-8


Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. (Yoh 3:3-5)


Sahabat pelita hati,


KINI kita berjumpa dengan dialog indah antara Nikodemus dan Tuhan Yesus. Nikodemus adalah seorang Farisi, pemimpin orang-orang Yahudi (Sanhedrin) dan juga Ahli Taurat. Tentunya, ia adalah elite dan memiliki kedudukan di kalangan Yahudi. Terpenting, erjumpaan di malam hari ini menghasilkan buah yang indah bagi Nikodemus. Ia mengalami pencerahan dari Tuhan tentang makna “lahir kembali” atau “lahir dalam roh”.


Sahabat terkasih,


Melalui sakramen baptis sejatinya kita dilahirkan kembali alias mengalami hidup baru. Hidup cara lama (kedagingan) diganti dengan cara hidup baru, hidup dalam roh. Artinya hidup yang tidak dikuasai oleh nafsu duniawi semata. Apakah kita sungguh telah meninggalkan cara hidup lama itu? Pantang, puasa, matiraga dan tobat selama masa prapaskah kemarin adalah salah satu cara untuk menjadikan hati kita sungguh baru. Kini kita sudah hidup dalam karunia berkah paskah, maka tak boleh lagi mengenakan baju kedagingan yang lama. Kini kita mengenakan “baju roh” yakni hidup dalam kasih, kelembutan dan sederet keutamaan kristiani lainnya. Ketika kita hidup dalam kasih dan kelembutan, rendah hati dan tak mengumbar kesombongan sejatinya kita sedang mengenakan ‘baju roh kebaikan’ itu. Lanjutkan dan janganlah berhenti memperjuangkan kebaikan.


Duduk santai di pelabuhan,
sambil memancing ikan.
Menjadi anak-anak Tuhan,
hiduplah dalam kebaikan.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.istoto


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply