Pelita Hati: 08.04.2018 – Percaya Bukan Karena Melihat

0
5


Bacaan Yohanes 20:19-31


Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh 20:26-29)


Sahabat pelita hati,


SALAH satu kisah penampakan Tuhan yang fenomenal adalah ketika Tuhan menampakkan diri kepada Thomas terutama ketika Tuhan meminta Thomas untuk memasukkan jari dan tangan pada bekas luka penyaliban-Nya. Seketika Thomas mengaku dengan imannya, “Ya Tuhanku dan Allahku”.  Thomas percaya setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri bekas luka-luka Tuhan.


Sejatinya kesebelas murid lainnya pun juga sama. Mereka percaya karena pernah melihat Tuhan yang hadir di tengah-tengah mereka. Sementara kita adalah orang-orang yang percaya walau kita tak pernah melihat dan mengalami penampakan Tuhan. Karenanya, kita termasuk orang-orang yang oleh Yesus disebut “berbahagia”. Berbahagialah yang tidak melihat namun percaya. Dan inilah inti terdalam dari iman, yaitu percaya walau bukan karena melihat.


Semoga dengan peristiwa paskah keyakinan iman kita kepada Tuhan semakin bertambah. Tuhan akan mengerjakan karya-karya lebih besar lagi karena bagi Tuhan tak ada yang mustahil. Jadi, janganlah mengendorkan kepercayaan dan iman kita kepada-Nya.


Dingin badan hingga menggigil,
tak tahan kuatnya angin.
Bagi Tuhan tak ada yang mustahil,
bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.istoto


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Sumber: Sesawi

Loading...

Tulis gagasan

Please enter your comment!
Please enter your name here