Pelita Hati: 07.02.2018 – Mengelola Hati


Bacaan Markus 7:14-23


Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.” (Mrk 7:20-23)


ORANG-ORANG Farisi dan ahli Taurat sangat ketat dalam menjalani aturan hukum taurat, termasuk di dalamnya adalah soal makanan. Ada jenis makanan yang tak boleh dimakan alias makanan yang dianggap haram dan najis sebagaimana diatur secara rinci dalam kitab Imamat. Tuhan Yesus ingin meluruskan cara berpikir mereka yang sempit.


Bagi Tuhan, bukan yang masuk ke dalam tubuh yang menajiskan tetapi yang keluar dari diri kita yang dapat menajiskan. Kata-kata kasar dan hujat itulah yang sejatinya menajiskan karena bisa melukai hati orang. Sikap benci, dengki dan iri  yang keluar dari hati itulah yang juga menajiskan karena mengakibatkan sikap bermusuhan. Kini kita diajak untuk menjadikan hati kita sebagai tempat bersemayam sumber keutamaan dan kebaikan.


Semoga sabda pelita hati yang kita terima setiap pagi menjadi asupan rohani yang dapat memantaskan dan menyucikan hati.


Burung dara burung merpati,
bulunya putih seputih melati.
Sahabat-sahabat pelita hati,
awali hari dengan merundukkan hati.


Salam kasih dari bumi Cendrawasih,
Berkah Dalem, rm.istoto


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: