Pelita Hati – 06.08.2017: Mendengarkan Tuhan


Bacaan Matius 17:1-9


LALU Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia. Kata Petrus kepada Yesus: “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” (Mat.17:2-5)


Kisah Transfigurasi atau Yesus dimuliakan di gunung (Tabor) menegaskan  dua hal, yaitu pertama, Ia sungguh anak Allah yang dikasihi Bapa dan kedua,  perintah kepada para Murid agar mendengarkan Dia.  “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”(ay.5) Perintah yang sama tertuju kepada kita di zaman ini dan pertanyaanya adalah apakah kita sungguh-sungguh telah mendengarkan Yesus? Mendengarkan tidak sekedar menggunakan telinga tetapi melibatkan kehendak, budi dan hati serta berlanjut pada aksi atau tindakan nyata. Semoga sabda keutamaan Tuhan dan Pelita Hati yang kita baca dan kita renungkan setiap hari juga mendorong kita untuk semakin mendengarkan dan mengasihi-Nya.


Bunga melati putih warnanya,
penghias rambut cantik rupawan.
Jaga hati dan cinta kasih-Nya.
niscaya hidup ‘kan berkelimpahan.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem rm.is


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: