Pelita Hati – 05.08.2017: Tak Gentar Tantangan

Bacaan Matius 14:1-12

KISAH pembunuhan Yohanes Pembaptis menyadarkan kita bahwa sejak dahulu kala telah terjadi intrik dan rekayasa karena ambisi, sakit hati dan balas dendam. Herodes dan Herodias adalah aktor intelektualnya. Selain itu kisah ini mengetengahkan kepada kita tentang resiko atau konsekuensi yang bisa dihadapi oleh seorang pewarta, nabi atau pejuang kebenaran. Kisah para martir dan santo-santa bisa menjadi contoh di antaranya. Dan kisah wafat Yesus sendiri pun berawal dari kebencian orang-orang Yahudi berlanjut dalam fitnah keji hingga berakhir pada hukuman salib yang amat tragis.

Namun kita sebagai murid-murid-Nya yang menjadi penerus dalam mewartakan dan memperjuangkan  iman, kebenaran serta keadilan tidak boleh gentar dan takut. Tuhan Yesus telah memberikan teladan agar kita tidak takut dan tetap tegar-teguh di tengah derasnya arus tantangan zaman. Kebaikan, kebenaran dan keadilan harus tetap kita perjuangkan, tentu dengan cara yang berbalut kasih dan kelembutan. Semoga kita mampu menjadi pejuang iman dan kasih di masa kini.

Burung Kutilang di atas dahan,
berkicau riang menarik hati.
Jangan bimbang mengikut Tuhan,
tetap setia hingga akhir nanti.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.is

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: