Pelita Hati: 04.04.2018 – Berjalan Bersama Tuhan (BBT)


Bacaan Lukas 24:13-35


KINI kita berjumpa dengan kisah Yesus menampakkan diri kepada dua orang murid yang berjalan menuju Emaus. Penampakan Yesus kepada dua orang murid ini memperlihatkan tahap-tahap proses beriman.


Pertama, kedua murid itu sedang kecewa karena Yesus yang selama ini sungguh mereka kagumi sebagai seorang Guru yang bertalenta dan penuh kuasa ternyata tak berdaya menghadapi penyaliban keji dan kematian hina.  Wafat-Nya menjadikan gelap hatinya dan meruntuhkan kepercayaanya selama ini.


Kedua, pada saat mereka mengalami kekecewaan, tiba-tiba ada kabar bahwa beberapa perempuan mendapati kubur-Nya kosong dan beredar kabar jika Ia hidup walau pun mereka tidak melihat Tuhan. Kabar inilah yang membuat hati kedua murid ini semakin gelap. Maka mereka ingin membebaskan diri dari kegelisahan hatinya dan pulang ke Emaus, kampung halamannya. Karena kekalutan hatinya itulah, mereka tak mampu mengingat kembali pengajaran Tuhan bahwa Mesias harus wafat dan bangkit di hari ketiga. Mereka berdua tak sadar bahwa yang berjalan bersama mereka adalah Tuhan yang selama ini mereka kagumi dan percayai sekaligus yang menggelisahkan hati.


Ketiga, mata dan pikiran mereka baru terbuka ketika Tuhan mengucap berkat dan memecah-mecahkan roti di rumah mereka. Mereka baru sadar bahwa yang berjalan bersama mereka adalah Tuhan yang sudah bangkit.


Keempat, mereka tak tahan untuk menyimpan pengalaman sukacita itu. Segera mereka bergegas ke kota memjumpai para rasul dan bersaksi akan pengalaman indahnya.


Sahabat terkasih,


pengalaman kedua orang murid yang berjalan menuju Emaus mengingatkan kita bahwa Tuhan selalu ada bersama kita. Kekalutan hati kitalah yang menyebabkan kita tak mampu melihat dan merasakan bahwa sejatinya Tuhan ada di dekat kita. Dibutuhkan hati yang bersih dan jernih dapat selalu melihat serta merasakan kebersamaan dengan Tuhan.


Universitas Katolik Parahyangan,
tempat menimba ilmu pengetahuan.
Tak perlu takut pada tantangan.
karna berjalan bersama Tuhan,


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm Istoto


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply