Pelita Hati-03.08.2017: Menjadi Baik

Bacaan Matius 13:47-53 

DEMIKIAN pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. (Mat.13:47-50)

Pada akhirnya hidup kita akan dinilai, bukan oleh orang lain tetapi oleh Tuhan sendiri. Tuhan menilai atau ‘mengadili’ kita bukan atas dasar pendapat orang tetapi berpijak pada mutu kualitas hidup kita masing-masing. Jika hidup kita selalu dekat dengan perbuatan kebaikan dan keutamaan sudah barangtentu akan dikumpulkan ke dalam ‘pasu’ seperti ikan-ikan yang baik. Marilah kita selalu dan selalu memperjuangkan kebaikan dan keutamaan itu. Semoga warta sabda hari ini memacu kita untuk berusaha agar hidup kita semakin bermartabat karena kebaikan-kebaikan yang kita perjuangkan setiap saat dan setiap waktu.

Secangkir teh dan sepotong roti,
setiap pagi selalu dinanti.
Sahabat-sahabat pelita hati,
Tuhan selalu memberkati.

dari Papua dengan cinta, Berkah Dalem

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: