Bacaan Matius 25:14-30


SEBAB  itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. (Mat.25:28-29)


Tuhan tidak sedang mengajarkan ketidakadilan, tetapi sedang menegaskan bahwa orang yang berlimpah kasih adalah yang memiliki rasa syukur dan tanggungjawab dalam hidupnya. Dua orang yang menerima lima talenta dan dua talenta mendapat rahmat berlimpah karena menghayati hidup dengan penuh syukur dan bertanggungjawab, yaitu mengembangkan talenta yang dipercayakan kepada mereka. Sedangkan yang mendapat satu talenta hidup dengan keluh kesah sehingga tak sempat dan tidak mau mengembangkan talentanya. Bukan besarnya hasil yang dipentingkan oleh Tuhan tetapi kesungguhan kita untuk mengembangkan talenta sebagai ungkapan syukur dan tanggungjawab kita terhadap Tuhan yang memberi anugerah. Tuhan akan semakin melimpahkan berkah-Nya jika kita mau mengembangkannya dengan penuh syukur, bukan dengan keluh kesah dan sungut-sungut. Semoga nasehat bijak ini memacu kita untuk selalu bersyukur dalam hidup.


Hidup adalah realita, maka belajarlah sabar untuk menghadapinya.
Hidup adalah anugerah, maka belajarlah mengucapkan syukur senantiasa.
Hidup hanya sekali, maka belajarlah untuk tidak menyia-nyiakannya.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem rm.is


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.