Pelita Hati: 02.02.2018 – Mempersembahkan Hidup


Bacaan Lukas 2:22-40


Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah”,  dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. (Luk 2:22-24)


MENGAPA Yesus dipersembahkan di Bait Allah? Maria dan Yusuf adalah keluarga yang amat taat dengan aturan agama dan adat-istiadat Yahudi. Mereka pun membawa Yesus ke bait Allah karena Ia terlahir sebagai laki-laki sulung. Namun peristiwa ini juga dimaknai sebagai hidup Yesus seluruhnya yang pada akhirnya dipersembahkan bagi Allah, manusia dan dunia. Bagaimana memamhami peristiwa ini bagi hidup kita di masa kini?


Sahabat-sahabat pelita hati,


Hidup kita, keluarga, anak dan apa pun yang kita miliki adalah anugerah pemberian Allah yang diserahkan kepada kita. Semua itu harus kita syukuri. Ungkapan syukur yang terbaik dan terindah adalah mempersembahkan kembali diri kita, keluarga dan anak-anak kita kepada Tuhan. Bukan berarti harus menjadi biarawan/biarawati atau tenaga sosial gereja tetapi  membaktikan hidup dan kebaikan kita melalui karya dan tugas kita sehari-hari. Karena seluruh hidup kita haruslah hidup yang dipersembahkan bagi Allah.


Bukan dengan sejuta kata-kata,
tetapi cukuplah dengan sekeping kebaikan.
Semoga hidup dan karya kita,
menjadi persembahan indah bagi Tuhan.


Salam kasih dari bumi Cendrawasih,
Berkah Dalem, rm.istoto


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: