Pelita Hati: 01.09.2017 – Menjadi Bijaksana


Bacaan Matius 25:1-13


PADA waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,


sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya. (Mat.25:1-4.13)


Penyesalan memang tidak berguna, begitulah kurang lebih suasana hati gadis-gadis bodoh atau tidak bijaksana. Mereka tidak bisa masuk ke dalam pesta perjamuan Sang Mempelai. Bijaksana berarti memperhitungkan segala sesuatu dengan cermat, termasuk membuat persiapan yang tertata dan terukur. Hidup kita di dunia adalah persiapan untuk kehidupan kelak maka perlu mengatur hidup secara bijak, termasuk di dalamnya adalah menebar kebaikan dan keutamaan? Itulah buli-buli minyak yang akan kita gunakan jika sang mempelai datang dan lentera kita akan padam. Maka janganlah menunda-nunda untuk melakukan persiapan. Jangan tunda untuk mengasihi, memaafkan, berbuat baik, berdamai dan melakukan kebaikan. Jika demikian, tak ada alasan untuk takut ‘Sang Mempelai’ datang, karena kita membawa buli-buli yang penuh dengan keutamaan dan kebaikan.


Gadis-gadis bijaksana,
setia dengan pelita di tangannya.
Jangan lalai dan terlena,
tetap setia pada ajaran-Nya.


dari Papua dengan cinta
Berkah Dalem mois


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: