Pelita Hati: 01.02.2018 – Fokus pada Yang Utama


Bacaan Markus 6:7-13


Yesus memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan, boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju. (Mrk. 6:7-9)


YESUS memanggil dan mengutus duabelas murid sebagai pewarta. Mereka diutus berdua-dua, tidak sendirian dan Tuhan memberikan  pesan agar tak membawa bekal banyak (termasuk makanan dan uang), yang boleh dibawa hanyalah tongkat dan alas kaki. Mengapa? Seorang utusan atau pewarta harus fokus pada tugas pokoknya yaitu menyampaikan warta itu dan tidak disibukkan oleh hal-hal lain (bekal, uang) yang justru bisa menghalangi. Maka kata kuncinya adalah “fokus dan konsentrasi” pada tujuan perutusan dan pewartaan itu. Kemudian Tuhan mengijinkan untuk membawa alas kaki dan tongkat. Dua alat itu memang sangat dibutuhkan untuk seorang pewarta yang harus berjalan kaki dan menjadi penopang jika mengalami kelelahan fisik.


Sahabat-sahabat pelita hati,


setiap dari kita (karena baptis) juga mengemban tugas sebagai pewarta kasih dan kebaikan. Pelita sabda hari ini mengingatkan kita agar kita fokus pada tugas dan panggilan masing-masing. Jangan kita terlalu sibuk dengan hal-hal lain yang sejatinya hanya menjadi pendukung dan pelengkap. Apakah kita telah menjalankan tugas dan panggilan baik dalam keluarga, lingkungan kerja, gereja dan masyarakat dengan sepenuh hati? Apakah kita telah secara bertanggungjawab melaksanakan tugas yang utama? Mari kita fokus dan setia pada panggilan dan tanggungjawab kita.


Bengawan Solo riwayatmu kini,
sedari dulu jadi perhatian insani.
Smoga kita mampu menjalani,
menjadi murid andalan di masa kini.


salam kasih dari bumi Cendrawasih,
Berkah Dalem, rm.istoto


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: