Pelayanan, Ungkapan Syukur Atas Kemurahan Hati Tuhan


DALAM Injil hari ini, dikisahkan bahwa ibu mertua Petrus segera melayani Yesus dan para muridNya, setelah dipulihkan Yesus dari sakit penyakitnya.


Melayani merupakan ungkapan syukur atas kemurahan hati Tuhan. Sudah selayaknya kita mengucap syukur atas kasih, berkat dan anugerah yang Ia curahkan atas kita. Sadari bahwa hari demi hari kita lalui bersama Dia, penyertaanNya tak berkesudahan. KasihNya pun tak pernah berubah walau kita sering mengecewakan dan melukai hatiNya lewat pikiran, perkataan dan perbuatan kita.


Sebagai tanggapan atas kasihNya, hendaknya kita rela melayani sesama dengan tulus dan penuh sukacita. Bertekunlah dalam doa, karena pelayanan tanpa didukung doa membuat rohani kering, pikiran jenuh, jasmani lelah sehingga pada akhirnya pelayanan hanya menjadi sebuah kegiatan rutin belaka tanpa berlandaskan kasihNya.


Bersedialah menerima tanggung jawab yang lebih besar, jangan terikat pada situasi dan kondisi pelayanan yang sudah mapan dan nyaman. Buanglah kekhawatiran dan rasa takut, melangkahlah dengan iman, karena Ia pasti akan melengkapi dengan semua yang diperlukan.


Mari bagikan pengalaman akan kasih dan kebaikan Allah kepada setiap orang yang kita jumpai, dengan menjadi perpanjangan tangan kasihNya dan saluran berkatNya.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: