Peduli Terhadap Hewan

Ayat bacaan: Kejadian 1:28
======================
“Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

peduli satwa, kelestarian lingkungan

Salah satu channel tv yang saya sukai adalah Animal Planet. Di sana saya bisa melihat banyak acara tentang orang-orang yang menjalani panggilan hidupnya untuk menjaga kelestarian hewan. Ada acara tentang dokter hewan yang sampai pergi ke Afrika untuk mengobati hewan-hewan disana, ada yang tugasnya menangkap ular yang masuk ke rumah warga untuk dikembalikan ke alamnya, ada polisi satwa yang menangkap orang-orang yang menyiksa atau memperlakukan hewan piaraannya secara buruk dan lain sebagainya. Sementara manusia cenderung bertambah egois atau bahkan kejam terhadap sesamanya, di saluran ini saya melihat sosok-sosok manusia yang menunjukkan kasihnya kepada hewan. Pada kenyataannya di Indonesia saja kita sering melihat orang memperlakukan hewan piaraannya dengan kejam. Ada anjing yang diikat diluar sepanjang hidupnya, terkena panas terik dan hujan begitu saja, ada yang tidak diberi makan, dibiarkan ketika diserang kutu dan sebagainya. Tuhan mengasihi manusia secara istimewa, itu benar. Tetapi bukan berarti bahwa Tuhan tidak mengasihi hewan dan tumbuhan yang notabene merupakan ciptaanNya juga. Manusia merusak lingkungan, menebang pohon sembarangan, merusak habitat hewan bahkan memburu mereka termasuk hewan-hewan langka di dalamnya tanpa merasa bersalah. Padahal ini pun sebenarnya sudah melanggar Firman Tuhan, karena sejak semula Tuhan sudah mengingatkan tugas kita dalam menjaga kelestarian alam beserta isinya.

Sejak di awal penciptaan, Tuhan telah berpesan langsung kepada kita akan hal ini. Lihatlah ayat dalam kitab Kejadian berikut. “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” (Kejadian 1:28). Menaklukkan dan berkuasa disini bukan dimaksudkan bahwa kita bisa seenaknya mengeksploitasi isi bumi tanpa memikirkan kelangsungan hidup atau kelestariannya, tapi justru sebaliknya, kepada kita disematkan sebuah tanggung jawab secara penuh untuk mengurus dan melestarikan segala yang ada di muka bumi ini, termasuk pula di dalamnya berbagai spesies atau jenis hewan yang hidup di bumi terutama yang langka. Mengapa demikian? Sebab Tuhan telah menciptakan segalanya itu bukan sekedar baik saja, tetapi dikatakan “sungguh amat baik.” “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.” (ay 31). Jika Tuhan telah menciptakan segala sesuatu dengan amat sangat baik, dan Dia sudah berpesan agar kita menjaganya dengan baik, bagaimana kita bisa tega memperlakukan alam beserta tumbuhan dan hewan di dalamnya dengan buruk?

Mari kita lihat ayat berikut ini. “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” (Matius 6:26) lalu ayat ini: “Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.” (10:29). Kedua ayat ini memang berbicara untuk mengingatkan kita bahwa kita tidak perlu takut karena kita semua berada dalam pemeliharaan Tuhan yang penuh kasih. Tetapi perhatikanlah kembali kedua ayat tadi dengan baik, maka kita akan mendapatkan bagaimana Tuhan pun masih meluangkan waktu untuk menjaga kelangsungan hidup burung-burung kecil yang harganya tentu jauh di bawah kita. Ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Tuhan bagi hewan-hewan yang bagi manusia mungkin dianggap tidak berguna, atau bahkan hanya dijadikan sasaran tembak demi kesenangan sendiri.

Orang-orang yang menghabiskan waktunya demi kehidupan satwa di saluran televisi tadi menunjukkan dedikasi tinggi dengan kasih yang tinggi pula. Ini pun sejalan dengan Firman Tuhan yang berkata dengan tegas: “Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!” (1 Korintus 16:14). Disamping itu, ingatlah selalu bahwa “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23). Apa yang mereka lakukan sejalan dengan ayat-ayat di atas. Jika kita melakukan segala sesuatu dalam kasih dan dengan segenap hati seperti untuk Tuhan maka kita tidak akan tergoda untuk mengeksploitasi sumber-sumber alam, tumbuhan dan hewan seenaknya. Kasih yang ada dalam hati kita dan komitmen untuk berbuat yang terbaik untuk Tuhan akan membuat kita mendedikasikan pekerjaan kita untuk kebaikan. Ingatlah bahwa kelestarian dan kelangsungan hidup satwa menjadi tanggungjawab kita. Ada banyak spesies yang terancam punah, ada begitu banyak hewan yang saat ini terancam kelangsungan hidupnya. Hendaknya kita menjadi pribadi-pribadi yang peduli, karena Tuhan telah menugaskan kita semua untuk melestarikan ciptaan-ciptaanNya di muka bumi ini.

Tuhan menugaskan kita untuk menjaga kelestarian alam beserta tumbuhan dan hewan di dalamnya. Kepada mereka pun kita bisa menunjukkan kasih juga

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply