Paus Minta Para Pemuka Agama Katolik “Turun” Layani Orang Miskin

Paus Fransiskus meminta para pemuka agama katolik untuk meninggalkan wilayah nyaman dan kemapanannya, keluar dan melayani kaum miskin serta mereka yang memerlukan.

“Kita tidak bisa terus diam di dalam lingkungan umat, di dalam masyarakat ketika begitu banyak orang menantikan pewartaan,” katanya dalam kotbah pada misa di katedral Rio dalam kunjungannya ke Brasil.

Sejak terpilih sebagai Bapa Suci pada Maret lalu, sebagai Paus yang bukan orang Eropa dalam 1.300 tahun sejarah kepausan, Fransiskus memacu para pastor, biarawati dan uskup untuk mengurangi perhatian pada karir mereka di gereja tetapi lebih mendengar jeritan dan tangisan orang yang kelaparan baik material maupun spiritual.

“Tidak cukup dengan hanya membuka pintu untuk menyambut, tetapi kita harus melangkah keluar pintu dan menemui rakyat,” katanya.

Dikenal sebagai “Kardinal daerah kumuh” di negara asalnya Argentina karena kebiasaannya blusukan ke daerah kumuh dan mengunjungi orang miskin, Fransiskus menyerukan ajakan kepada para imam untuk keluar dan berada di antara umat yang memerlukannya.

“Adalah di ’favela’ dan ’vila miseria” kita mesti mencari dan melayani Kristus,” katanya mengutip mendiang Bunda Theresa dari Kalkuta yang menggunakan nama-nama Brasil untuk menyebut rumah-rumah gubuk.

Fransiskus menolak tempat tinggalnya di Vatikan di istana Apostolik dan memilih tinggal di rumah tamu Vatikan yang sederhana serta makan di ruang makan umum.

Jutaan orang Brasil menyaksikan Paus sejak kedatangannya pada Senin untuk menghadiri jambore Orang Muda katolik yang dikenal dengan Hari Orang Muda.

Dalam kotbahnya di Katedral moderen yang berbentuk kerucut itu Paus Fransiskus meminta para imam dan biarawati untuk memberikan layanan kepada mereka yang memerlukan di jalanan dan di lingkungan-lingkungan yang sulit.

“Marilah kita melaksanakan tugas pastoral yang diperlukan, dimulai di daerah pinggiran, tempat terjauh dan mereka yang biasanya tidak ke gereja,” katanya.

Pada Jumat malam di pantai Copacabana yang terkenal, Paus mendesak anak muda untuk ikut mengubah dunia, tempat dimana makananan dihambur-hamburkan sementara jutaan orang kelaparan, tempat dimana kekerasan rasial masih menghampiri manusia dan dimana politik lebih dekat dengan korupsi ketimbang pelayanan.

Paus juga memerintahkan agar kaca mobil di bagian samping dibuka dan kendaraannya berhenti beberapa kali untuk memberi kesempatan ia mencium bayi-bayi dan kanak-kanak, menjabat tangan, bahkan turun beberapa kali untuk berjalan sehingga membuat bingung para petugas keamanannya.

Hari Orang Muda berakhir pada Minggu dan Paus akan memimpin misa sebelum bertolak kembali ke Roma pada malam harinya.

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: