Paus minta di Malam Paskah: Berhentilah Berdiam. Atasilah Rasa Takut

cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (28)


Paus Fransiskus dalam homili Misa Malam Paskah menantang umat Katolik untuk tidak berdiam diri, melainkan mengatasi rasa takut kita dan membagikan misi dan pesan Yesus, seraya menggambarkan bagaimana para murid Yesus berdiri “terdiam di hadapan Salib,” tidak mampu “berbicara atas nama Tuan mereka.”


Kita pun demikian, “terdiam saat menghadapi situasi yang tidak dapat kita kendalikan” karena yakin bahwa “tidak ada yang dapat dilakukan untuk membalikkan semua ketidakadilan yang dialami saudara dan saudari kita,” tegas Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus, Vatikan, 31 Maret 2018.


Seraya meminta agar kita berhenti berdiam, Paus menegaskan bahwa “kegelapan dan keheningan membuat kita kehilangan arah dan melumpuhkan kami,” karena mereka “menceburkan kita ke dalam rutinitas menghancurkan yang merampas memori, membungkam harapan, dan menuntun pada pemikiran bahwa ‘selalu begini caranya’”. Bahkan Paus menambahkan, di tengah “diam yang besar,” batu-batulah yang “berteriak” dan memproklamirkan “cara baru untuk semua.”


Maka, di Malam Paskah itu Paus mengajak umat untuk mengatasi rasa takut. “Jangan takut … karena Dia telah bangkit.” Kata-kata itu, menurut Paus Fransiskus, harus “mempengaruhi kepastian dan keyakinan terdalam kita, serta menantang dan mendorong kita untuk percaya dan yakin bahwa Tuhan ‘terjadi’ dalam setiap situasi dan setiap orang.”


“Dia bangkit dari kematian … dan sekarang Dia menunggu kita,” lanjut Paus, sehingga kita dapat “ikut bersama dalam karya penyelamatan-Nya”. Kristus telah bangkit, ”Inilah pesan yang menopang harapan kita dan mengubahnya menjadi gerakan-gerakan kasih yang konkret.”


Bagi Paus Fransiskus, kunci untuk merayakan Paskah adalah mengenali bagaimana Tuhan secara terus menerus datang tanpa diundang ke dalam kehidupan kita, “seraya menantang kebiasaan kita, cara berpikir dan bertingkah kita yang konstan yang akhirnya melumpuhkan kita.” Tuhan mengajak kalian dan saya, “untuk keluar dari rutinitas kita dan memperbarui hidup kita.” Ajakan itu bersifat pribadi dan kuat: “Apakah kita mau membagikan pesan Kehidupan ini, atau apakah kita lebih suka terus berdiri tanpa berkata-kata di depan berlangsungnya peristiwa-peristiwa?”(paul c pati berdasarkan Vatican News)


cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (27)cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (25)cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (30)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply